Ling Shen Yao

Tips Melahirkan Normal untuk Ibu Hamil

Proses melahirkan sejatinya menjadi saat-saat yang mendebarkan bagi setiap ibu. Dalam hal ini, proses melahirkan normal melalui vagina sering kali menjadi keinginan bagi ibu hamil, dikarenakan penyembuhannya yang relatif cepat. Untuk, itu, penting bagi setiap ibu maupun calon ibu untuk mengetahui tips melahirkan norml untuk kelancaran persalinan.

Sebelumnya, perlu dipahami bahwa melahirkan normal tidak selalu dapat dilakukan oleh semua ibu hamil. Dalam beberapa keadaan, prosedur operasi sesar (seksio sesarea) diperlukan untuk kelancaran persalinan. Prosedur operasi ini umumnya dilakukan apabila kondisi bayi sungsang, ada kelainan pada rahim atau panggul, dan plasenta yang berada di bagian bawah rahim (plasenta previa). demikian pula apabila ukuran bayi sangat besar, terjadinya gawat janin, atau pun ketika mengandung bayi kembar.

Tips melahirkan normal

Jika dokter telah memastikan Anda dapat melakuka persalinan normal, maka perhatikan beberapa tips melahirkan normal ini, agar Anda siap dengan segala prosesnya :

1. Menerapkan pola hidup sehat selama hamil

Tips melahirkan normal yang pertama adalah menerapkan pola hidup sehat adalah hal yang harus dilakukan oleh tiap Ibu hamil. Pasalnya, hal ini juga dapat perpengaruh terhadap proses persalinan nanti. Hal-hal yang harus diperhatikan untuk mempersiapkan persalinan normal antara lain dengan mengatur pola makan sehat dan memenuhi kebutuhan vitamin dalam tubuh, sehingga kulit dan jaringan tubuuh akan berfungsi secara optimal.

Selain pola makan sehat, ibu hamil juga harus tetap berolahraga atau melakukan aktivitas fisik, seperti senam kegel. ibu hamil juga dianjurkan untuk dapat mengendalikan stres dengan melakukan relaksasi. Selain itu, lakukan pemijatan pada perimeneum sebanyak dua kali dalam seminggu. Gerakan memijat pada jaringan di sekitar vagina juga dapat membuatnya lebih fleksibel, sehingga dapat melancarkan proses persalinan normal. Pijat perineum sendiri dapat dimulai sejak kehamilan usia 34 minggu.

2. Perhatikan posisi saat melahirkan

Posisi saat melahirkan tentunya akan sangat menentukan semuanya, termasuk seberapa cepat proses persalinan, durasi kontraksi, atau luka akibat robekan di vagina perineum. Pasalnya, posisi yang berbeda saat melahirkan dapat menghasilkan tekanan yang berbeda pula pada perineum.

Beberapa posisi melahirkan yang dapat silakukan antara lain adalah berbaring dengan posisi miring, duduk atau berlutut dengan menaruh dua tangan ke arah depan antara kedua paha.

3. Menjaga perineum agar tetap hangat

Ibu hamil juga sebaiknya menjaga perineumagar tetap hangat, sebab kondisi hangat akan membuat aliran darah meningkat dan membantu melemaskan otot sekitar perineum. Dalam hal ini, Anda dapat menempatkan handuk atau kain hangat di sekitarnya. Lakukan hal ini pada saat proses persalinan.

Apabila memungkinkan, Anda juga dapat meminta seseorang untuk menekan bagian perineum dengan handuk hangat untuk menjaganya agar tidak robek ketikaa kepala bayi muncul keluar. Meski jangan dilakukan, sebenarnya cara ini cukup efektif dalam membantu kelancaran persalinan normal.

4. Memakai pelumas

Untuk melahirkan normal, Anda juga dapat menggunakan pelumas dengan bahan dasar minyak mineral yang telah dihangatkan untuk mengurangi gesekan serta mempermudah keluarnya bayi. Namun, pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap obat apapu, agar tidak menyisakan rasa gatal maupun kemerahan di kulit seperti terbakat ketika memakai pelumas.

5. Mengatur pernapasan saat melahirkan

Tips melahirkan normal yang terakhir adalah mengatur pernapasan saat melahirkan. Dalam proses melahirkan normal, biasanya dokter atau perawat akan memberitahu kapan Anda harus mengejan. Umumnya, hal ini dilakukan ketika terjadi kontraksi. Apabila terjadi kontraksi, maka mengejanlah sekuat tenaga dengan cara yang tepat. Ketika kontraksi tersebut sudah hilang, maka minta bantuan perawat untuk memberikan stimulasi agar kontraksi kembali datang.

Mengejan sesuai arahan dokter atau perawat penting untuk dilakukan. Selain itu, sebisa mungkin atur napas dengan mengikuti panduan yang diberikan, agar bayi dapat keluar dengan lebih mudah. Kondisi ini juga dapat membuat kepala bayi keluar dengan lembut dan perlahan, sehingga otot dan kulit perineum dapat meregang secara alami tanpa robek.

Selain melakukan tips melahirkan normal di atas, Ibu hamil juga perlu memahami risiko komplikasi pada persalinan normal. Beberapa faktor komplikasi melahirkan dapat disebabkan karena posisi janin sungsang, proses persalinan yang tidak didampingi tenaga ahli, dan persiapan peralatan medis yang kurang memadai ketika terjadi keadaan darurat.  Risiko komplikasi yang dapat terjadi antara lain adalah persalinan memanjang (tidak maju), bayi terlilit tali pusat, dan tali pusat menumbung (prolaps).

Oleh sebab itu, sebaiknya pelajari dan cari tahu terlebih dahulu mengenai rumah sakit atau klinik bersalin yang Anda inginkan. Pastikan bahwa fasilitas di tempat tersebut lengkap dan memadai. Selain itu, pastikan juga bahwa tenaga medis yang ada sudah terlatih dan dapat mekukan tugasnya dengan baik. Jika syarat ini sudah terpenuhi, Anda yang memiliki risiko dalam melahirkan normal pun akan tetap dapat menjalani persalinandengan baik. Dengan memilih tempat persalinan yang tepat, maka kondisi darurat  pun akan dapat dicegah atau ditangani dengan baik.

Baca Juga : Apakah Wanita dengan PCOS Bisa Hamil? Ini Penjelasannya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *