Ling Shen Yao

Peritonitis : Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobatinya

Gangguan peritonitis adalah peradangan di lapisan tipis pada dinding perut atau peritoneum. Lapisan ini berperan sebagai pelindung organ di rongga perut. Resiko peradangan ini umumnya diakibatkan oleh infeksi jamur dan bakteri. Apabila tidak ditangani dengan segera bisa mengakibatkan penyebab peritonitis atau infeksi yang menyebar ke bagian tubuh.

Penyebab Peritonitis

Kondisi ini umumnya terjadi akibat infeksi jamur dan bakteri. Infeksi peritoneum bisa terjadi dengan berbagai alasan. Di kebanyakan kasus, pemicunya yakni luka atau pecah pada bagian dinding perut.

Ada 2 kategori penyebab peritonitis ini. Yang pertama yaitu peritonitis bakteri spontan yang berhubungan dengan infeksi atau sobekan di cairan rongga peritoneal serta peritonitis sekunder akibat infeksi yang sudah menyebar di saluran pencernaan.

Adapun beberapa hal yang bisa menjadi penyebab peritonitis antara lain :

1. Prosedur medis, misalnya dialisis peritoneal

Prosedur medis ini memakai kateter untuk menghilangkan kotoran dari darah saat ginjal sudah tidak bisa lagi melakukannya. Orang-orang yang memakai alat ini beresiko terkena infeksi jika kateter sudah terkontaminasi. Atau bisa juga karena tidak menjaga kebersihan pada area yang terpasang kateter. Peritonitis juga bisa disebabkan karena komplikasi dari kegiatan operasi di organ pencernaan, pamakaian tabung makanan maupun prosedur dalam menarik suatu cairan dari perut. Di kasus yang jarang terjadi, endoskopi dan kolonoskopi juga dapat menjadi penyebab peritonitis.

2. Appendiks yang pecah, usus berlubang atau tukak lambung

Kondisi ini bisa memudahkan jalan masuknya bakteri pada peritoneum lewat lubang luka hingga mengakibatkan peradangan.

3. Pankreatitis

Kondisi peradangan pankreas ini diakibatkan oleh infeksi yang dapat berkembang menjadi penyebab peritonitis jika bakteri sudah menyebar keluar pankreas.

4. Divertikulitis

Infeksi kantong kecil dan menonjol pada saluran sistem cerna bisa terjadi apabila salah satu kantong menumpahkan sisa pembuangan proses pencernaan yang berada di dalam usus ke rongga perut.

5. Cedera

Cedera bisa menjadi salah satu penyebab peritonitis dengan membiarkan bahan kimia atau bakteri dari bagian tubuh lain memasuki peritoneum.

Kondisi yang berkembang atau disebut dengan peritonitis spontan ini umumnya merupakan komplikasi pada penyakit hati, contohnya sirosis. Penyakit sorosis tersebut akhirnya mengakibatkan jumlah cairan pada rongga perut bertambah. Jika cairan menumpuk maka tubuh akan rentan terkena infeksi bakteri.

Gejala Penyakit Peritonitis

Berbagai gejala yang biasanya dialami oleh pasien peritonitis, diantaranya :

  • Perut kembung
  • Nyeri perut yang semakin terasa apabila disentuh atau bergerak
  • Demam
  • Terus merasa haus
  • Sembelit dan susah buang gas
  • Jumlah urine keluar sedikit
  • Mual dan muntah
  • Lemas
  • Nafsu makan menurun
  • Diare
  • Jantung berdebar

Komplikasi Penyakit Peritonitis

Apabila tidak segera diobati, infeksi bisa menyebar ke seluruh aliran darah hingga mengakibatkan kerusakan di beberapa organ tubuh. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain :

  • Sepsis, yakni reaksi berat karena bakteri yang masuk dalam aliran darah
  • Sindrom hepatorenal, yakni gagal ginjal progresif
  • Abses atau berkumpulnya nanah di rongga perut
  • Ensefalopati hepatik, yakni hilangnya fungsi otak karena hati tidak mampu menyaring racun dalam darah
  • Perlengketan usus yang mengakibatkan usus tersumbat
  • Kematian pada jaringan usus
  • Syok septik, ditandai dengan menurunkan tekanan darah secara drastis

Pencegahan Penyakit Peritonitis

Pencegahan Peritonitis ini tergantung dengan kondisi penderita. Apabila penderita tersebut juga mengalami sirosia ataupun asites, biasanya dokter akan memberikan antibiotik. Adapun penderita yang sedang menjalani CAPD terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan, yakni :

  • Mencuci tangan sampai bersih sebelum memegang kateter
  • Menyimpan peralatan CAPD di tempat yang bersih
  • Membersihkan kulit pada area sekitar kateter menggunakan antiseptik
  • Mempelajari teknik perawatan kateter CAPD oleh perawat
  • Menggunakan masker ketika menjalani proses CAPD

Pengobatan Penyakit Peritonitis

Peritonitis adalah kondisi serius yang perlu ditangani dengan segera, terlebih jika penderita mengalami sirosis. Menurut riset, prosentase kematian yang terjadi akibat Peritonitis yang juga mengalami sirosis mencapai 40%, adapun kematian yang terjadi akibat sirosis sekunder sekitar 10%.

Penderita penyakit ini wajib menjalani rawat inap. Beberapa teknik penanganan bagi pasien Peritonitis diantaranya :

  • Pemberian obat anti jamur atau antibiotik melalui infus agar infeksi bisa terobati serta tidak menyebar di seluruh tubuh.
  • Pemberian obat untuk meredakan nyeri, transfusi darah, oksigen, sesuai dengan gejala yang dialami.
  • Prosedur bedah dengan membuang jaringan terinfeksi untuk menutup robekan di organ dalam sekaligus mencegah penyebaran infeksi.

Selain melakukan berbagai langkah di atas, anda juga bisa memanfaatkan Ling Shen Yao untuk mengatasi Peritonitis. Obat herbal ini aman dikonsumsi sebab dibuat dari ekstrak bahan herbal berkualitas untuk mengatasi penyebab Peritonitis. Obat herbal ini mengandung Ganoderma lucidum, Panax ginseng radix, Panax pseudoginseng radix, Antracylis macrocephala rhizome, Ligusticum walichii rhizome, dan Ophiopogonis japonicus radix.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *