Ling Shen Yao

Penyebab Wanita Harus Melakukan Operasi Pengangkatan Rahim

Operasi pengangkatan rahim atau hisrektomi merupakan prosedur di mana rahim akan diangkat dari tubuh. Wanita yang melakukan prosedur histerektomi ini tentunya tidak dapat hamil lagi, karena rahimnya sudah diangkat. Tak hanya itu, wanita yang menjalani prosedur ini juga sudah tidak akan mendapat periode menstruasi lagi setiap bulannya.

Terdapat beberapa jenis operasi pengangkatan rahim, semua itu tergantung pada alasan dilakukannya histerektomi dan seberapa aman rahim serta sistem reproduksi yang ada di sekitarnya jika tidak diangkat. Berikut ini adalah beberapa jenis histerektomi tersebut :

  • Histerektomi total, yakni kondisi ketika rahim dan leher rahim diangkat. Jenis operasi pengangkatan rahim ini adalah yang paling umum dilakukan.
  • Histerektomi sebagian, yakni pengangkatan tubuh utama rahim, sedangkan leher rahim tetap dibiarkan.
  • Histerektomi total dengan salpingo-oophorectomy bilateral, yakni pengangkatan rahim, leher rahim, tuba falopi, dan indung telur (ovarium).
  • Histerektomi radikal, yakni pengangkatan rahim dan jaringan sekitarnya, termasuk tuba falopi, Miss V bagian atas, ovarium, jaringan lemak, dan kelenjar getah bening. Umumnya, jenis ooperasi pengangkatan rahim ini dilakukan jika terdapat kanker.

Kondisi yang Mengharuskan Wanita Melakukan Operasi Pengangkatan Rahim

Rahim tentunya menjadi salah satu kebanggaan bagi wanita. Namun, ada beberapa kondisi medis yang menyebabkan wanita harus rela kehilangan rahim mereka. Kondisi tersebut antara lain adalah :

1. Fibroid

Fibroid atau tumor rahim merupakan salah satu kondisi yang dapat membuat seorang wanta harus melakukan operasi pengangkatan rahim. Fibroid sendiri terdiri dari otot dan jeringan  yang berserat dan ukurannya pun bisa berbeda-beda. Penyebab munculnya fibroid atau tumor di rahim pun masih belum dapat diketahui dengan pasti. Namun, dalam beberapa kondisi fibroid dapat ditunjukan dengan beberapa gejala, seperti menstruasi yang sangat berat dan menyakitkan, nyeri panggul, sering buang air kecil, hingga adanya rasa tidak nyaman saat berhubungan intim.

Tidak semua kasus fibroid memerlukan penanganan berupa histerektom. Namun, jika ukuran fibroid sangat besar dan menyebabkan terjadinya pendarahan hebat, maka histerektomi disarankan. Apalagi jika wanita yang mengidapnya tidak ada keinginan untuk memiliki anak lagi.

2. Pendarahan berat

Beberapa wanita bisa jadi mengalami kehilangan darah yang sangat banyak selama menstruasi bulanannya. Hal ini umumnya disebabkan karena hormon dalam tubuh wanita tidak seimbang, atau juga bisa saja terjadi karena adanya infeksi, fibroid rahim, atau kanker.

Selain itu, pendarahan berat uga dapat diikuti dengan gejala lain, seperti nyeri dan kram perut. Hal ini tentunya akan sangat mengganggu wanita dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dalam hal ini kemungkinan harus mengganti pembalut lebih sering dan membuat lelah, bahkan tidak dapat melakukan apa-apa karena rasa sakit di perut dan peradangan yang sangat berat. Oleh karena itu, dalam mengatasi masalah ini kemungkinan perlu dilakukan operasi histerektomi, terutama jika pengobatan lain tidak dapat mengatasi masalah ini.

3. Prolaps Uteri (Turun Peranakan)

Kondisi rahim turun atau turunperanakan terjadi ketika jaringan dan ligamen yang menyokong rahim menjadi lemah. Hal ini tentunya dapat menyebabkan rahim turun dari posisi normal ke dalam saluran miss V. Dengan melakukan histerektomi, prolaps rahim akan hilang karena seluruh rahim diangkat.

4. Endometriosis

Endometriosis merupakan kondisi yang dapat berujung pada operasi pengangkatan rahim. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel yang melapisi rahim (endometrium) tumbuh di area lain lain pada tubuh dan sistem reproduksi, seperti tuba falopi, ovarium, rektum, dan kandung kemih. Jika sel-sel yang melapisi rahim terperangkap di area tubuh lain, maka dapat menyebabkan jaringan yang ada di sekitarnya mengalami peradangan dan rusak. Kondisi ini tentunya dapat mnimbulkan rasa nyeri, periode menstruasi yang tidak teratur, nyeri saat berhubungan intim, hingga gangguan kesuburan. Dalam hal ini, banyak wanita yang tidak menyadari bahwa Ia memiliki endometriosis saat sedang berusaha untuk hamil.

Kasus endometriosis yang sangat parah bisa jadi memerukan tindakan ooperasi pengangkatan rahim. Meski demikian, melakukan histerektomi pada dasarnya bukanlah hal yang mudah utuk dipilih. Histerektmi dapat membantu menghilangkan jaringan endometrium yang menyebabkan rasa sakit dan bisa menjadi satu-satunya jalan keluar apabila pengobatan lain tidak berhasih. Umumnya, histerektomi dilakukan oleh wanita yang sudah memutuskan untuk tidak memiliki anak lagi.

5. Kanker

Wanita dengan penyakit kannker leher rahim (kanker serviks), kanker rahim, kanker ovarium,dan kanker endometrium memiliki risiko lebih besar untuk melakukan pengangkatan rahim. Hal ini disebabkan karena, histerektoi mungkin menjadi satu-satunya pilihan pengobatan apabila kanker telah banyak menyebar dan sudah mencapai stadium lanjut.

Upaya pencegahan dan mengatasi permasalahan reproduksi  wanita mulai dari tumor, endometriosis, hingga kanker tentuya harus dilakukan sebelum berubah menjadi fatal dan berujung pada operasi pengangkatan rahim. Dalam hal ini, Anda dapat mengonsumsi obat herbal Ling Shen Yao yang mada sudah terbukti keamanan dan keampuhannya dalam mengatasi masalah-masalah tersebut. Obat herbal yang diproduksi oleh PT. Tiga Puspa ini sudah sejak lama digunakan untuk mengobati berbagai permasalahan seperti kista, miom, tumor, endometriosis hingga kanker secara alami tanpa operasi. Ling Shen Yao juga terbukti aman dan tidak menimbulkan efek samping.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *