Ling Shen Yao

Penyebab dan Faktor Risiko Kista Ovarium Pada Remaja

Rahim merupakan salah satu bagian tubuh yang hanya di dalam tubuh seorang wanita. Dimana bagian tersebut berfungsi sebagai tempat terjadinya pembuahan saat sperma bertemu dengan sel telur atau sering disebut dengan istilah ovarium. Akan tetapi organ tubuh ini juga rentan terkena beberapa jenis gangguan, termasuk salah satunya yaitu kista ovarium pada remaja.

Setiap wanita memang memiliki risiko mengidap kista ovarium. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor pemicu, salah satu yang paling utama adalah riwayat dari keluarga. Ketika seorang wanita terkena kista ovarium maka akan muncul beberapa gejala berbahaya yang perlu diwaspadai. Terlebih saat ini ditemukan bahwa kista ovarium tidak hanya menyerang wanita dewasa saja tetapi juga remaja.

Penyebab Munculnya Kista Ovarium Pada Remaja

Kista atau tumor jinak adalah sebuah struktur abnormal yang berbentuk menyerupai kantung berisi gas, cairan atau setengah padat. Ukuran kista biasanya berbeda, mulai dari kecil sampai ukuran sangat besar menyerupai benjolan. Selain itu, kista dapat tumbuh di hampir seluruh bagian tubuh termasuk di ovarium.

Bagi para remaja wanita sebaiknya selalu waspada karena kista ovarium tidak hanya bisa menyerang wanita saja tetapi juga remaja. Dimana salah satu penyebab terjadinya kista ovarium pada remaja yaitu adanya jenis sel yang berbeda di jaringan ovarium. Kista tersebut akan semakin berkembang seiring dengan terjadinya gangguan siklus menstruasi. Akan tetapi kista ovarium jarang menyerang remaja selain faktor tersebut.

Adapun jenis kista ovarium yang sering terjadi yakni kista fungsional. Sebab bagian tersebut memang seharusnya dapat berfungsi saat proses ovulasi normal pada setiap siklus menstruasi. Gangguan tersebut akhirnya terjadi saat kista tunggal mulai terbentuk di sekitaran telur yang sudah matang dan akan terus tumbuh sebelum telur dilepaskan ke tuba fallopi.

Selain kista fungsional, kista ovarium pada remaja yang sering terjadi yaitu kista hemoragik corpus luteum. Dimana kista jenis ini bisa terjadi akibat kista fungsional yang biasanya berisi cairan bening ternyata juga terdapat darah di dalamnya. Bahkan untuk beberapa kasus, kista tersebut diketahui bisa berkembang menjadi kanker sehingga diperlukan perawatan yang benar dan tepat.

Faktor Risiko Terjadinya Kista Ovarium pada Remaja

Tak bisa dipungkiri bahwa setiap wanita termasuk di usia remaja memang berisiko terserang tumor jika atau kista ovarium. Namun masih jarang ditemukan kasus anak perempuan yang mengidap kista ovarium sebelum mengalami siklus menstruasi.

Agar terhindar dari bahaya kista ovarium pada remaja, sebaiknya ketahui apa saja faktor risiko dari jenis kista yang satu ini antara lain sebagai berikut:

1. Gangguan Siklus Menstruasi

Faktor risiko terjadinya kista ovarium pada remaja yaitu gangguang siklus menstruasi. Setiap wanita memang mengalami siklus menstruasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Akan tetapi siklus menstruasi yang sangat tidak teratur ternyata bisa menjadi pemicu terjadinya kista ovarium termasuk bagi para remaja. Untuk itulah sebaiknya para remaja perlu waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

2. Folikel Gagal Berovulasi

Pada setiap wanita, kantung telur atau folikerl akan mengalami ovulasi setiap bulannya. Jika folikel yang sudah dilepaskan sel telur tersebut mengalami kegagalan saat proses ovulasi maka dapat memicu pertumbuhan kista.

3. Faktor Genetik

Faktor risiko kista ovarium pada remaja berikutnya yakni karena faktor keturunan atau genetik. Apabila orangtua ataupun keluarga ada yang memiliki riwayat penyakit kista maka seorang remaja akan lebih berisiko mengalami kista.

4. Kurangnya Konsumsi Makanan Berserat  

Makanan yang berserat memang sangat dibutuhkan oleh tubuh karena makanan tersebut dapat mengikat air serta membantu melarutkan racun-racun dari dalam tubuh. Akan tetapi kebiasaan remaja yang lebih suka menyantap makanan cepat saji ternyata justru membawa dampak yang buruk termasuk munculnya kista ovarium. Agar terhindar dari kista ovarium pada remaja sebaiknya perlu pembiasaan makan makanan yang berserat seperti buah dan sayur dalam menu sehari-hari.

5. Kurang Berolahraga

Dengan semakin padatnya aktivitas sehari-hari para remaja biasanya membuat mereka jarang berolahraga. Padahal olahraga memiliki peran yang penting untuk menjaga tubuh agar berstamina sekaligus menjaga kesehatan. Para remaja sebaiknya perlu tahu bahwa ketika seseorang jarang berolahraga maka kemungkinan terjadinya penimbunan lemak di tubuh bagian atas juga akan semakin besar. Bahkan kondisi tersebut tanpa disadari bisa memicu terjadinya kista ovarium pada remaja. Agar terhindar dari bahaya kista ovarium, sebaiknya sempatnya waktu untuk berolahraga minimal 30 menit per hari.

Bagi para remaja putri yang ingin terhindar dari kista ovarium, sebaiknya membiasakan diri untuk menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Selain itu, bila mulai muncul keluhan seperti siklus menstruasi yang tidak teratur maka segeralah periksakan diri ke dokter. Dengan mengetahui penyebab serta faktor risiko kista ovarium sedini mungkin maka risiko terserang kista ovarium juga akan semakin kecil.

Baca Juga : Ketahui Ciri Kista Menjadi Kanker Sebelum Semuanya Terlambat!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *