Gejala Awal Kanker Darah Cenderung Biasa

Lingshenyao.id – Kanker darah menyerang sel-sel darah putih alias leukosit yang dihasilkan oleh tulang belakang dan berfungsi sebagai pelindung dan pertahanan tubuh terhadap penyakit yang akan membuat sulit ketika akan dilakukan pengobatan kanker. Pada penderita leukimia, leukosit yang dihasilkan menjadi abnormal dan terlalu banyak sehingga menumpuk di sumsum tulang belakang. Selain menumpuk, sel-sel abnormal ini juga bisa menyebar ke berbagai organ lain hingga ke otak.

Gejala awal yang ditimbulkan penyakit ganas ini pun cenderung seperti gejala pada penyakit umumnya, seperti merasa lemas atau lelah yang terus menerus, sakit kepala, muntah, menggigil, demam, nyeri pada tulang atau sendi, penurunan berat badan, menjadi rentan terserang penyakit, dan bengkak pada limpa, limfa noda, atau hati.

Terlalu samarnya tanda-tanda kanker darah ini tidak jarang membuat diagnosis pun jadi kurang tepat. Hal ini pula yang sempat terjadi pada cancer survivor bernama Sinta.

Kala itu pada tahun 1998, dia merasa pusing, panas dan dingin, pandangannya berkunang-kunang, dan berjalan pun menjadi sempoyongan. Ketika dia bangun tidur, dunia pun seperti terasa berputar. Begitu memeriksakan diri ke spesialis penyakit dalam dan melakukan tes laboratorium, Sinta pun didiagnosis mengidap anemia alias kekurangan sel darah merah.

Transfusi darah diambil sebagai langkah penanganan dan Sinta kembali merasa segar. Namun, kondisi ini tidak berlangsung lama. Beberapa minggu setelahnya, kondisinya kembali menurun dan transfusi darah pun dilakukan lagi. Siklus ini berlangsung secara terus menerus. Hidup Sinta bergantung pada pasokan sel darah merah dari luar, sementara sel darah merahnya sendiri lenyap entah ke mana.

Multiple Myeloma, Jenis Kanker Darah yang Menyerang Sel Plasma

Merasa ada yang salah, pemeriksaan lanjutan pun dilakukan. Hasil tes kemudian menyatakan bahwa Sinta mengalami multiple myeloma, sebuah kondisi leukimia yang sangat berbahaya. Penyakit ini menyerang sel plasma yang berfungsi untuk memproduksi antibodi dalam tubuh.

Keadaan tubuh Sinta pun semakin memburuk. Kadar hemoglobin dalam tubuhnya bahkan hanya mencapai angka 2,3 dari standar 12-16 gr/dL. Dia pun mulai sering tidak sadarkan diri, napas sesak, dan suhu tubuh yang meningkat sampai 39,8° Celsius dan berujung dibawa ke rumah sakit.

Kondisi ini tidak hanya berlangsung selama beberapa hari, tetapi berbulan-bulan. Dalam jangka waktu itu pula, Sinta tidak dapat tidur tanpa diberi obat penenang. Sekalipun dia tertidur, tidak akan bertahan dalam waktu yang lama. Dia pun tidak dapat buang air besar atau kecil selain di atas tempat tidur.

Baca Juga : Astuti Terbebas dari Kista dengan Cara Mengobati Kista Menggunakan Ling Shen Yao

Kemoterapi Tak Membuahkan Hasil Berarti

Selain transfusi dan obat-obatan yang tidak berhenti, tindakan lain yang dilakukan adalah kemoterapi. Kemoterapi sendiri merupakan salah satu pengobatan yang paling lazim dilakukan pada penderita kanker dengan tujuan menyerang sebagian atau seluruh fase pada pembelahan mitosis sel-sel kanker. Setelah melakukan kemoterapi, pengobatan biasanya dilanjutkan dengan penyinaran dan operasi.

Sinta bukannya tidak menjalani hal tersebut. Namun, setelah 16 kemoterapi yang dilakukan, tidak ada banyak perubahan. Benjolan justru tumbuh semakin banyak di sekujur tubuh. Rambutnya semakin rontok, bobot badannya semakin menyusut. Siapa pun yang melihatnya pasti menangis dan otomatis membayangkannya tidak akan berumur panjang.

Tidak adanya tanda-tanda membaik dari kanker darah yang dialami Sinta membuat dokter pun menyerah. Pada akhirnya, mereka mengisyaratkan agar perawatan dilakukan saja di rumah.

Baca Juga : Jual Obat Kista

Bebas Kanker Darah dengan Pengobatan Kanker Ling Shen Yao

Tidak disangka, awal yang baik justru bermula dari sini. Sinta dan sang suami yang sudah terlanjur pasrah dengan keadaan kemudian mendapat solusi dari sang anak.

Salah seorang anaknya yang bermukim di Jakarta mendapat saran dari keluarga suaminya untuk coba mengonsumsi obat herbal Ling Shen Yao. Dalam kurun waktu seminggu saja setelah rutin mengonsumsi bubuk dari berbagai tanaman kesehatan ini, Sinta mulai bisa tidur nyenyak dan makan enak. Dia tidak lagi mengalami muntah-muntah.

Perlahan-lahan, sesak napas yang selalu mengimpit dadanya pun menghilang. Buang air besar dan kecil menjadi lancar. Lama kelamaan, benjolan yang banyak muncul di tubuhnya mulai mengecil. Hingga kemudian setelah enam bulan intens mengonsumsi, Sinta benar-benar bebas dari kanker darah dengan Ling Shen Yao.

Benjolan pada tubuh Sinta yang mengecil kemudian menghilang tak berbekas. Kepalanya yang botak mulai kembali ditumbuhi rambut sehat. Kulitnya yang sempat menghitam karena efek kemoterapi pun kembali normal. Yang terpenting, hasil tes laboratorium pada Juli 2004 pun menunjukkan bahwa dia benar-benar telah pulih dari kondisi leukimia yang bertahun-tahun menggerogoti tubuh, pikiran, dan semangatnya dengan cara mengobati kista atau kanker menggunakan ling shen yao.

Untuk info lengkap produk serta pemesanan silahkan hubungi kontak kami di

0812-1003-6550

Atau kunjungi marketplace kami di bukalapak