Lingshenyao.id – Kanker usus & paru adalah dua jenis penyakit kanker yang sama-sama menyerang organ vital, yakni jaringan sistem pernapasan dan pencernaan. Keduanya bisa menimpa siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin, usia, atau bahkan gaya hidup. Karena pada dasarnya, kanker itu sendiri berasal dari sel yang ada di dalam tubuh manusia.

Pengalaman Sembuh Dari Kanker Usus

Barangkali, itulah mengapa kanker tercatat sebagai jenis penyakit yang penyebab dan gejala awalnya belum diketahui secara pasti. Sebagai imbasnya, umumnya para penderita akan mengetahui dirinya mengidap kanker ketika sel-sel ganas tersebut telah mengalami perkembangan yang signifikan. Tak ayal, hal ini juga berpengaruh terhadap tingginya angka kematian yang disebabkan oleh kanker, termasuk kanker usus & paru.

Salah satu penderita yang nyaris meninggal karena kedua penyakit tersebut adalah Lindawati. Pengalaman sembuh dari kanker usus oleh Perempuan asal Kota Padang ini pertama kali mengalami gejala kanker di tahun 1990. Kala itu, di tengah perkembangan bisnisnya, Linda tiba-tiba terserang diare yang tidak biasa. Perutnya terasa mulas, sakit, serta sering buang air yang disertai darah. Setelah diperiksa, diagnosis dokter mengatakan bahwa dirinya hanya terkena disentri biasa. Benar saja, setelah meminum obat dari dokter, diarenya langsung sembuh.

Sakit yang Terus Terasa

Namun, enam bulan kemudian, penyakit tersebut kembali kambuh dan sembuh ketika diberi obat yang sama. Demikian selanjutnya, bahkan hingga empat kali dalam setahun. Kemudian, di awal tahun 1991, Linda mulai merasakan penyakitnya semakin parah. Selain rasa sakit yang sangat menyiksa, darah yang keluar dari anus juga semakin banyak. Akhirnya, dia memutuskan untuk periksa ke dokter spesial penyakit dalam yang kemudian menyatakan bahwa Linda menderita gangguan usus.

Tetap tak kunjung membaik, Linda pun kembali berobat ke dokter ahli bedah. Dokter inilah yang kemudian menyatakan bahwa dirinya mengidap kanker usus. Ada sebuah tumor di dekat anus, yang harus segera dioperasi. Namun sebelum itu, Linda harus menjalani proses pembuatan kantong pembuangan sementara yang posisi berada di samping perut. Karena terasa ngeri, Linda memilih menolak proses penyembuhan tersebut.

Mencari Pengobatan Alternatif

Kemudian, perempuan berusia 57 tahun ini mencoba mencari pengobatan alternatif ke berbagai kota di Pulau Sumatera. Namun sayangnya, belum membuahkan hasil. Kondisi fisiknya justru semakin lemah karena pendarahan dan menurunnya nafsu makan. Alhasil, Linda tidak bisa lagi menjalani aktivitas dan hanya bisa tergolek lemah di tempat tidur.

Tak lama, atas dorongan dari orang terdekat, Linda mencoba mencari kesembuhan dengan berobat ke Singapura. Di sanalah, dirinya baru bisa mengetahui secara pasti bahwa di usus besar telah terdapat benjolan sebesar telur ayam. Jika dibiarkan, tentu hal tersebut bisa semakin berakibat fatal. Akhirnya, disepakatilah bahwa Linda akan menjalani operasi.

Sayangnya, operasi bukanlah akhir dari penderitaan. Diketahui bahwa kanker usus yang dideritanya adalah jenis kanker ganas stadium 3C. Dokter pun menyarankan pengobatan lanjutan dengan cara penyinaran dan kemoterapi, masing-masing sebanyak 25 dan 30 kali. Di momen ini, Linda merasa benar-benar tersiksa karena sakit dan efek panas yang ditimbulkan.

Penyakit Paru-Paru Menyerang

Belum sembuh dari penyakit tersebut, penderitaannya kembali bertambah dengan hadirnya penyakit baru yakni kanker paru-paru. Tepatnya, di awal tahun 1993, Linda mulai terserang batuk hebat dan panas tinggi. Keluarga kembali membawanya berobat ke Singapura, dan dokter menyatakan bahwa di paru-paru kanan bawah telah terdapat benjolan kanker. Linda diharuskan kembali menjalani operasi dan kemoterapi seperti sebelumnya. Menurut penuturannya, dirinya sudah tidak sanggup jika harus kembali dihadapkan pada kemoterapi. Tak lain, karena efek panasnya yang sangat menyiksa, membuat badan kurus kering dan kepala botak.

Efek Penyakit Yang Terasa Kembali

Enam bulan setelahnya, Linda kembali merasakan sesak napas hingga akhirnya memutuskan untuk kembali check-up di Singapura. Hal mengejutkan kembali terjadi, yakni terdapat benjolan baru di paru-paru bagian kiri. Operasi dan kemoterapi adalah dua cara pengobatan yang harus dilalui Linda untuk ketiga kalinya. Namun, kali ini dia menolak. Dia merasa sudah tidak sanggup dan ingin mencoba pengobatan cara lain.

Lepas dari Singapura, dia pergi ke Malaka; salah satu negara bagian Malaysia. Di sana dia kembali menjalani proses pemeriksaan dengan berbagai peralatan canggih. Namun, hasil yang didapat tetap sama, yakni dokter menganjurkan untuk operasi dan kemoterapi. Lagi-lagi dia menolak, dan memilih kembali ke Kota Padang dalam kondisi lemah tak berdaya.

Baca Juga : Pengobatan Kanker Usus Yanto Dibantu dengan Ling Shen Yao (Obat Herbal)

Ling Shen Yao menjadi Jawaban Untuk Penyakitnya

Saat itulah, Tuhan menunjukkan kuasa-Nya. Secara tidak sengaja, Linda membaca informasi pengobatan herbal Ling Shen Yao beserta testimoninya di sebuah majalah wanita. Tanpa membuang waktu, dia dan keluarga langsung menuju Bandung untuk mendapatkan ramuan tradisional tersebut. Selang dua hari kemudian, perubahan mulai terasa pada tubuhnya. Tubuh terasa enteng dan segar, nafsu makan kembali normal, tidur semakin nyenyak dan berkualitas, serta pikiran mulai kembali tenang dan diselimuti hal-hal positif.

Enam bulan pemakaian, Linda merasa tubuhnya telah kembali sehat, bahkan lebih sehat dari sebelumnya. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk check-up ulang ke Malaka. Hasilnya sungguh sangat mengejutkan, kanker usus & paru yang dideritanya telah hilang dan dinyatakan sembuh. Guna memastikan diagnosis tersebut, Linda kembali memeriksakan diri ke rumah sakit yang ada di Singapura. Hasilnya tak jauh beda, yakni benjolan di usus dan paru-paru telah hilang. Dalam artian, dia dinyatakan bersih dari kanker usus & paru.

Sayangi Kesehatan Anda dari Sekarang

Meski demikian, Linda memutuskan untuk tetap mengonsumsi ramuan herbal Ling Shen Yao sebagai langkah pencegahan. Bagaimanapun, dirinya telah memiliki riwayat kanker dan penyakit paru-paru yang harus senantiasa diantisipasi pertumbuhan sel-sel tumornya.

Info dan pemesanan silahkan kontak kami di

0812-1003-6550

Atau kunjungi marketplace kami di bukalapak