Lingshenyao.id – Tumor dan kanker merupakan salah satu vonis dokter yang paling dihindari oleh hampir seluruh orang. Pada wanita, tumor payudara menjadi momok besar yang sangat dihindari. Pasalnya, sel-sel tumor yang ganas dan menjadi kanker terbukti sebagai penyakit paling mematikan bagi kaum hawa.

Tumor Bersifat Genetis

Pada dasarnya setiap orang memiliki bakat sel tumor di dalam tubuhnya. Dipicu oleh gaya hidup yang menyangkut kesehatan dan kebersihan, sel-sel ini dapat berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius atau justru sebaliknya. Walau begitu, tidak bisa dimungkiri, keluarga yang memiliki riwayat tumor atau kanker memberikan peluang yang lebih besar bagi keturunannya.

Pun demikian yang dialami oleh Nyonya Surraya atau yang lebih akrab dipanggil Raya. Kedua orang tuanya memang tidak pernah didiagnosis menderita tumor atau kanker. Namun, banyak anggota keluarga besarnya yang mengidap penyakit ini dan beberapa di antaranya meninggal setelah berjuang melawan pertumbuhan sel-sel ganas dalam tubuhnya.

Karena itu, begitu dokter menyatakan bahwa dia positif memiliki tumor payudara, Raya mengalami stres. Dokter bahkan memvonis bahwa umurnya tidak akan panjang melihat pertumbuhan sel-sel abnormal di payudara kirinya. Hampir seluruh dokter ahli di berbagai rumah sakit terbaik di Jakarta menyarankannya untuk melakukan operasi.

Penyebab dan Gejala Tumor Payudara

Penyebab pasti tumor payudara belum bisa dipastikan secara spesifik. Meski demikian, ketidakseimbangan hormon yang dipicu oleh gaya hidup kurang sehat adalah hal yang sangat memengaruhi pertumbuhan sel-sel abnormal ini. Mulai dari pola dan asupan nutrisi makan, aktivitas fisik, penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya yang tidak disadari, hingga tingkat stres, bisa menyebabkan munculnya benjolan di payudara.

Adapun gejala yang ditimbulkan oleh keberadaan tumor di payudara yang paling utama adalah munculnya benjolan di payudara yang terasa saat disentuh dan tidak berpindah posisi (bukan kelenjar).  Kemunculan benjolan ini juga disertai nyeri yang tidak kunjung hilang, bukan ‘musiman’ seperti pada saat PMS.

Hal itu pula yang dirasakan oleh Raya pada payudara sebelah kirinya. Sebenarnya dia sudah merasakan adanya gejala tersebut sejak awal 2001. Namun, lantaran rasa sakit yang ditimbulkan terus menerus alias datang dan pergi, dia mengira bahwa kondisi tersebut hanya sekadar kelainan otot atau spasme.

Rasa Nyeri yang Semakin Hebat dan Menjalar

Sayangnya, lambat laun, frekuensi kemunculan rasa nyeri tersebut semakin tinggi. Hingga pada awal Juni 2001, Raya yang saat itu tengah menemani tidur salah seorang anaknya menyadari keberadaan benjolan tersebut. Saat itu, dia sedang terlentang dengan tangan kiri di angkat ke atas, sementara tangan kanannya meraba bagian payudara yang sering berdenyut dan sakit. Di situlah dia kemudian merasakan ada benjolan di bagian bawah payudaranya yang kira-kira seukuran jempol kaki.

Raya tidak serta merta memeriksakannya ke dokter. Barulah pada 12 Juni ketika denyut pada payudaranya terasa semakin sering, ngilu, dan menjalar hingga ke bagian punggung, dada, pangkal lengan, dan nyaris seluruh anggota tubuh di sebelah kiri, dia pergi ke salah satu rumah sakit terkenal di bilangan Jakarta Selatan. Melalui serangkaian pemeriksaan, dia pun dipastikan mengidap tumor payudara.

Mencari Peluang untuk Lolos Operasi

Kendati telah menduga ada yang tidak beres, Raya tidak lantas tenang menghadapi vonis tersebut. Diganosis tumor payudara membuatnya semakin syok dan panik. Dia pun mencoba melakukan pemeriksaan ke dokter lain di rumah sakit yang lain. Namun, jawaban yang didapatnya tak ada perubahan. Satu-satunya cara untuk sembuh hanyalah melalui jalur operasi.

Baca Juga : Cara Mengobati Tumor Payudara

Bagaimanapun, wanita berusia 30 tahunan tersebut tidak siap untuk melakukan operasi. Dia berada di batas kegamanangan. Raya takut meninggal dan meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil lantaran tak segera menyembuhkan penyakit ini, tetapi di sisi lain dia pun takut untuk menjalani operasi.

Rasa takutnya akan operasi pun bukannya tanpa alasan. Keluarga dekatnya sendiri yang sebelumnya mengidap tumor justru berubah statusnya menjadi pengidap kanker setelah dilakukan operasi. Mereka pun tidak bertahan lama dan pada akhirnya meninggal dalam kondisi berjuang melawan sel-sel ganas di dalam tubuhnya sendiri.

Obat Tumor Payudara Ling Sheng Yao Sembuhkan Benjolan Tumor Payudara

Meski sang suami senantiasa menenangkan hatinya, kegelisahan di hati Raya tidak kunjung reda. Waktu pun terus berputar dan menuntutnya untuk lebih cepat membuat keputusan agar sel-sel tumor tidak semakin memperparah kondisinya. Pada akhirnya, beberapa minggu sebelum dia harus membuat keputusan final untuk operasi atau tidak, dia menemukan berita tentang obat tumor payudara herbal yang dapat menyembuhkan tumor dan kanker.

Baca Juga : Obat Kista Ling Shen Yao

Raya segera menghubungi kontak cabang Ling Shen Yao di Bandung. Baru seminggu setelah minum, rasa nyeri pada punggung, tangan , dan bagian tubuh lain karena tumor payudara mereda. Pikirannya jadi lebih relaks, siklus tidurnya pun jadi lebih teratur dan berkualitas.

Perubahan ini pun membuatnya memutuskan untuk tidak naik ke meja operasi dan mengesampingkan obat-obatan yang diberi dokter. Konsumsi rutin membuat benjolan di payudaranya mengecil hingga akhirnya hilang pada awal Januari 2002. Bahkan setelah melakukan mamografi pada Juni 2002 di YKI Lebak Bulus dan USG, dokter menyatakan bahwa semuanya bersih, tidak ada tanda atau bekas tumor payudara atau kanker sama sekali.

info dan pemesanan silahkan kontak kami di

0812-1003-6550

Atau kunjungi marketplace kami di bukalapak