Lingshenyao.id – Fibroid rahim atau yang lebih awam disebut dengan tumor rahim merupakan kondisi sel-sel tubuh dalam kandungan membelah dan tumbuh secara berlebihan. Menurut studi yang dilakukan oleh Mayo Clinic dan Brigham and Women’s Hospital, lebih dari 70 persen wanita akan mengalami risiko ini pada titik tertentu dalam kehidupan mereka.

Apa Perbedaan antara Tumor Rahim dan Kanker Rahim ?

Pada dasarnya, tumor tidaklah berbahaya—pun demikian dengan tumor rahim. Selama sel-sel tersebut tidak menjalar ke bagian tubuh lainnya dan tidak menimbulkan gejala tertentu, maka kondisi tersebut dapat dikategorikan tidak berbahaya. Keadaan inilah yang kemudian disebut dengan tumor jinak.

Sementara itu, yang dimaksud dengan kanker rahim evolusi dari tumor jinak tersebut. Bila sel-sel tersebut bergerak dengan cepat dan menyebar ke berbagai bagian kandungan lainnya, maka bisa disebut sebagai tumor ganas alias kanker. Pada tahap ini, penanganan tentu harus segera dilakukan sebab risiko yang ditimbulkan sangat tinggi, termasuk kematian.

Apa Saja Penyebab Tumor Rahim ?

Tumor jinak pada uterus ini hampir tidak ditemukan pada wanita yang belum memasuki masa pubertas dan yang telah memasuki masa menopause. Hal ini dikaitkan dengan ketidakseimbangan hormon estrogen yang diproduksi. Adapun yang dimaksud dengan hormon estrogen adalah senyawa steroid yang berfungsi sebagai hormon seks pada wanita dan berada di level tertingginya pada masa produktif.

Apa yang menjadi penyebab tumor rahim memang belum benar-benar diketahui secara pasti, tetapi pola hidup yang tidak bagus menjadi dugaan yang paling kuat. Kandungan pengawet pada makanan, racun pada rokok, kadar alkohol yang tinggi, dan sederet kebiasaan buruk lainnya dapat memicu ketidakseimbangan hormon estrogen dan berdampak pada pertumbuhan sel-sel yang abnormal.

Bagaimana Gejala Tumor Rahim ?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tumor yang tidak menunjukkan gejala abnormal bukanlah kondisi yang mengkhawatirkan. Barulah  jika ada tanda-tanda yang di luar kebiasaan, ada baiknya untuk segera dilakukan pemeriksaan sebelum terlambat.

Gejala yang dialami oleh penderita tumor rahim pun beragam. Berdasarkan letaknya, penyakit ini pun dibedakan menjadi empat dengan ciri-ciri sebagai berikut.

  • Fibroid miomentrium (intramural) : berada di dinding rahim, tepatnya di dalam lapisan otot rahim. Biasanya menyebabkan rasa sakit atau nyeri pada sekitar rahim, terutama saat menstruasi.
  • Fibroid submukosal : berada tepat di bawah lapisan endometrium dan memungkinkan untuk tumbuh ke dalam rongga rahim. Kondisi ini kerap menyebabkan gangguan kehamilan dan pendarahan hebat saat menstruasi.
  • Fibroid subreosal : berada di dinding luar rahim ke arah rongga panggul. Penderita umumnya menjadi lebih sering buang air kecil.
  • Fibroid pendunculated : bilamana pangkal tumor berada di lapisan submukosa, maka pertumbuhan sel akan ke arah rongga rahim, sementara bilamana pangkal tumor berada di lapisan subserosa, maka pertumbuhan sel ke rongga panggul.

Dengan demikian, umumnya gejala tumor rahim adalah rasa nyeri yang hebat pada awal siklus haid, adanya benjolan dan merasa tertekan pada bagian perut, serta keluarnya pendarahan.

Gejala ini pula yang dialami oleh Hamidah. Wanita yang kini telah memasuki usia 50 tahun tersebut selalu merasa terganggu setiap periode haidnya datang. Kerap kali saat tamu bulanan tersebut datang, dia merasakan sakit yang luar biasa di sekitar perut. Bahkan sejak muda, siklus haidnya juga tidak teratur. Puncaknya adalah setelah melahirkan, dia sempat tidak mengalami menstruasi selama delapan bulan berturut-turut.

Pemeriksaan Dokter Bertahun-Tahun dan Operasi

Hingga akhirnya pada sekitar tahun 1983, Hamidah mengalami pendarahan yang sangat panjang selama 40 hari. Hasil konsultasi dokter menyatakan bahwa pendarahan tersebut merupakan akumulasi darah haid yang tidak keluar selama kurun waktu delapan bulan tersebut. Sejak saat itu, dia pun menjadi sering ke dokter karena rasa sakit yang berkepanjangan di sekitar perutnya.

Baca Juga : Mengobati Kista Ovarium dengan Ling Shen Yao

Memasuki akhir Maret 1995, Hamidah kemudian dilarikan ke salah satu rumah sakit di sekitar Jakarta lantaran sudah tidak kuat menahana rasa sakit berkepanjangan di perutnya. Di bawah penanganan dokter ahli, Hamidah kemudian menjalani pemeriksaan USG.

Hasil USG menunjukkan adanya tumor di kandungan sebelah kiri. Tak menunggu lama, operasi pengangkatan tumor kemudian dilakukan seminggu kemudian. Namun, beberapa tahun kemudian tepatnya pada tahun 2000, Hamidah kembali merasakan sakit yang serupa di bagian yang sama. Rupanya, sel tumor tumbuh lagi meski telah diangkat.

Menemukan Obat Tradisional Tumor Rahim Ling Shen Yao Sebagai Alternatif

Menjalani operasi satu kali rupanya sudah membuat Hamidah trauma. Begitu dokter menyatakan bahwa hasil pemeriksaan mengharuskannya kembali operasi untuk mengangkat sel-sel tersebut, Hamidah bimbang. Di satu sisi, dia menginginkan kesembuhan, tetapi jika satu-satunya jalan hanya dengan operasi, dia sangat keberatan.

Baca Juga : Obat Kista Ling Shen Yao

Di tengah kebimbangan tersebut, Hamidah membaca kisah pengidap tumor rahim yang sembuh dengan mengonsumsi obat herbal Ling Shen Yao di sebuah majalah. Dia kemudian mencoba alternatif tersebut. Hasilnya, dalam seminggu pertama mengonsumsi Ling Shen Yao, dia merasakan perubahan yang cukup signifikan pada tubuhnya. Hamidah tidak lagi gelisah dan dapat tidur dengan nyenyak. Yang terpenting, rasa sakit yang mengganggunya berkurang dan tubuhnya pun terasa lebih segar.

Rutin mengonsumsi Ling Shen Yao, Hamidah juga merasakan benjolan di perutnya mulai mengecil. Kini, dia pun  dapat kembali merasakan hidup sehat tanpa benjolan di perut dan tanpa rasa nyeri yang bertahun-tahun menghantui.

info dan pemesanan silahkan kontak kami di

0812-1003-6550

Atau kunjungi marketplace kami di bukalapak