081210036550

Penyakit miom merupakan penyakit berupa benjolan yang sering menyerang kaum wanita, kamu perlu tahu penyebab & gejala serta cara mengatasi miom.

Mioma Uteri

Uterine fibroid atau miom merupakan benjolan atau berupa tumor jinak yang tumbuh pada dinding di rahim baik bagian dalam maupun bagian luar.

Diperkirakan penyakit miom ini selalu menyerang wanita berusia di atas 35 tahun.

Seorang wanita yang mengalami miom dapat memiliki lebih dari satu buah tumor di dalam rahimnya. Gejala miom yang muncul pada penderitanya bergantung kepada ukuran, lokasi dan jumlah tumor yang terdapat pada rahim.

Miom, biasa disebut juga fibroid, leiomioma, leiomiomata, atau fibromioma, adalah tumor yang terbentuk di dalam rahim. Penyakit miom bisa muncul sebagai satu miom, atau sekelompok miom kecil. Ukuran fibroid bisa berkisar dari 1 mm hingga 20 cm.

Ada 4 jenis penyakit miom, yaitu:

  • Subserosa. Jenis fibroid ini tumbuh di dalam rahim dan menyebar ke bagian luar serviks.
  • Intramural. Jenis fibroid ini hanya tumbuh di dalam rahim, yang mungkin memperbesar ukuran rahim.
  • Submukosa. Jenis fibroid ini berkembang di dalam lapisan rahim, yang berarti dapat mempengaruhi siklus menstruasi, sehingga mengakibatkan kemandulan dan keguguran.
  • Pedunculated. Jenis fibroid ini terhubung ke luar atau dalam rahim melalui sebuah tangkai kecil.

Seberapa umum miom

Miom adalah penyakit yang umum. Sekitar 75 persen wanita akan mengalami fibroid pada saat tertentu. Wanita lebih mungkin memunculkan gejala miom pada usia reproduktif, yaitu 16 hingga 50 tahun.

Anda bisa mengendalikan gejala miom dengan mengurangi faktor risiko penyebab miom. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala Miom

Miom umumnya tidak menimbulkan gejala pada penderitanya. Namun jika muncul gejala, penderita dapat merasakan perdarahan menstruasi yang banyak dan berlangsung lebih dari seminggu, nyeri perut bagian bawah, dan sering buang air kecil.

Sebagian besar penderita miom tidak merasakan gejala apapun. Namun pada beberapa kasus, miom dapat menimbulkan gejala berupa perdarahan menstruasi yang lebih banyak atau lebih lama, dengan nyeri haid yang lebih parah dari biasanya. Meski begitu, miom tidak menyebabkan siklus haid menjadi tidak teratur.

Miom juga dapat menyebabkan keluhan pada perut, yaitu nyeri, perut terasa penuh, dan tampak membesar. Selain itu, miom dapat menimbulkan gejala berupa sering buang air kecil, sembelit, nyeri saat berhubungan seksual, serta nyeri punggung dan tungkai. Pada kasus yang jarang terjadi, miom bisa mengganggu kesuburan atau menyebabkan keguguran. Miom yang terjadi saat hamil juga berisiko menyebabkan komplikasi kehamilan.

Kapan Harus ke Dokter
Nyeri perut saat menstruasi atau nyeri haid merupakan hal yang normal, dan umumnya muncul 1-2 hari sebelum menstruasi. Namun pada penderita miom, nyeri haid bisa terasa lebih hebat.

Segera hubungi dokter kandungan jika muncul nyeri yang tidak tertahankan saat menstruasi, apalagi bila menstruasi berlangsung lebih dari seminggu atau perdarahannya lebih banyak dari biasa, sampai perlu mengganti pembalut berkali-kali.

Penyebab Miom

Penyebab miom belum diketahui dengan pasti, namun ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko munculnya miom. Salah satunya adalah peningkatan hormon estrogen, misalnya pada siklus menstruasi atau kehamilan.

Sedangkan faktor yang dapat menurunkan risiko terjadinya miom adalah riwayat melahirkan. Wanita yang pernah menjalani persalinan memiliki risiko lebih rendah untuk menderita miom.

Diagnosis Miom

Miom terkadang tidak terdiagnosis karena sering tidak menimbulkan gejala. Meskipun demikian, miom dapat terdeteksi saat melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan. Untuk memastikannya, dokter kandungan dapat melakukan pemeriksaan USG atau MRI.

Pengobatan Miom

Pada kasus miom yang kecil dan tidak menimbulkan gejala, tidak diperlukan pengobatan karena dapat menyusut dengan sendirinya. Meski demikian, penderitanya tetap perlu menjalani pemeriksaan rutin untuk memantau kondisi miomnya.

Sedangkan pada miom yang menimbulkan gejala, pengobatannya berupa terapi hormon untuk mencegah perkembangan miom dan meredakan gejalanya, atau tindakan operasi untuk mengangkat miom.

Komplikasi Miom

Meskipun jarang, miom tetap dapat menimbulkan komplikasi pada penderitanya. Komplikasi yang dapat timbul akibat miom adalah anemia, kemandulan, dan gangguan saat hamil akibat miom.