Ling Shen Yao

Mengenal Perbedaan Polip Rahim dan Polip Serviks

Polip rahim dan polip serviks merupakan gangguan pada organ reproduksi wanita yang gejalanya hampir mirip. Lantas, bagaimana cara agar mengetahui perbedaan polip rahim dan polip serviks? Simak dalam uladan berikut.

Ketika wanita mengalami pendarahan diluar dari siklus menstruasinya, maka hal tersebut menjadi pertanda adanya masalah pada organ reproduksi. Dari sekian banyak gangguan kesehatan reproduksi wanita, ada dua kondisi yang dapat menyebabkan keluhan tersebut, yaitu polip rahim dan polip serviks. Kedua masalah kesehatan tersebut sering kali menimbulkan gejala serupa, namun sebenarnya merupakan dua kondisi yang berbeda. Hal yang membedakannya dapat dilihat dari lokasi polip atau benjolan tersebut.

Perbedaan Polip Rahim dan Polip Serviks

Mengenal Polip Rahim

Tanpa mengabaikan perbedaan polip rhaim dan polip serviks, ada baiknya jika Anda mengenal polip rahim terlebih dahulu. Polip rahim adalah benjolan lunak yang tumbuh di rahim, teatnya pada jaringan endometrium atau jaringan yang melapisi dinding rahim. Ukuran polip atau benjolan yang muncul pun dapat bervariasi, mulai dari seukuran biji wijen hingga sebesar bola golf. Dalam sebagian besar kasus, polip rahim jarang tumbuh menjadi ganas atau kanker. Selain itu, pada beberapa kondisi ini tidak menimbulkan gejala apapun pada pengidapnya.

Sayangnya, penyebab kista ovarium hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti. Meski demikian, kondisi ini diduga berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Dalam hal ini, wanita dengan usia 40 sampai 50 tahun yang mengonsumsi berbagai jenis obat kanker payudara, mengalami obesitas atau tekanan diri, maka akan lebih berisiko mengalami polip rahim. Polip rahim sendiri dapat menimbulkan gejala tertentu, yang di antaranya adalah :

  • Munculnya bercak atau pendarahan diluar periode menstruasi.
  • Siklus menstruasi menjadi tidak teratur.
  • Darah keluar lebih banyak saat menstruasi.
  • Pendarahan vagina yang terjadi setelah menopause.
  • Susah hamil (infertilitas).

Jika Anda atau orang-orang di sekitar Anda merasakan gejala-gejala tersebut, maka segera periksa ke dokter, dan perlu Anda ketahui juga bahwa gejala polip rahim mirip dengan gejala kanker rahim. Pemeriksaan oleh dokter sendiri perlu dilakukan agar Anda dapat mengetahui keadaan yang sebenarnya terjadi pada diri Anda, serta untuk menentukan pengobatanpolip rahim yang paling tepat untuk dilakukan.

Dalam hal ini, dokter akan melakukan berbagai tes seperti USG transvaginal atau biopsi endometrial. Jika polip tersebut tidak menimbulkan gejala dan tidak bersifat kanker, maka Anda tidak memerlukan perawatan serius. Namun, jika kondisi ini terjadi saat Anda sudah melewati masa menopause dan memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker rahim, maka sebaiknya Anda menjalani pengangkatan polip rahim. Anda juga dapat mengonsumsi obat agonis progesteron atau menjalani operasi histeroskopi atau kuret.

Mengenal Polip Serviks

Jika lokasi tumbuhnya polip rahim berada pada area endometrium, maka polip serviks tumbuh di saluran serviks, yakni penghubung antara rahim dan vagina. Polip serviks umumnya berwarna kemerahan, keunguan, atau keabuan. Polip ini berbentuk seperti umbi batang tipis yang panjangnya sekitar 1 – 2 centi.

Perlu Anda ketahui bahwa polip serviks dapat tumbuh secara tunggal maupun berkelompok. Penyebab terjadinya kondisi ini adalah lantaran kadar estrogen dalam tubuh yang tinggi atau ketika tubuh merespon hormon estrogen secara abnormal. Kondisi ini juga sering diyakini berkaitan dengan infeksi serviks peradangan kronis, dan pembuluh darah yang  tersumbat.

Umumnya polip serviks terjadi pada wanita di atas 20 tahun yang telah melahirkan lebih dari satu anak. Selain itu, perlu Anda ketahui juga bahwa polip serviks dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

  • Polip ektoserviks, yaitu polip serviks yang tumbuh pada sel-sel di lapisan permukaan luar serviks. Kondisi ini sering kali ditemukan pada wanita sesudah melewati menopause.
  • Polip nedoserviks, yaitu jenis polip serviks yang tumbuh dari kelenjar serviks yang ada di bagian dalamsaluran serviks. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada wanita sebelum memasuki menopause.

Dalam beberapa kasus, kanker serviks dapat terlihat sepertu polip, namun kebanyakan polip serviks tidak menimbulkan masalah yang serius karena polip sendiri bersifat jinak dan tidak mengandung sel kanker. Polip serviks umumnya baru terdeteksi saat melakukan pap smear, karena sering kali tidak menimbulkan gejala. Namuan, berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat dialami penderita polip serviks, yaitu :

  • Mengeluarkan darah lebih banyak dari biasanya ketika menstruasi.
  • Terjadinya pendarahan di antara periodemenstruasi.
  • Terjadinya pendarahan setelah melakukan hubungan seks.
  • Keputihan berbau menyengat.

Itulah pentingnya Anda mengetahui perbedaan polip rahim dan polip serviks. Perlu Anda ingat! Bahwa meski Anda tidak mengalami gejala polip dan tidak perlu melakukan perawatan apapun, Anda harus tetap mengunjungi dokter untuk memeriksa perkembangan polip. Sementara itu, apabila Anda merasakan adanya gejala yang mengganggu akibat polip serviks, maka sebaiknya segera lakukan operasi pengangkatan polip. Selain itu, jangan lupa untuk mengonsumsi obat herbal Ling Shen Yao agar dapat jauh dan sembuh dari berbagai macam gangguan organ reproduksi yang berpotensi menjadi bahaya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *