Ling Shen Yao

Mengenal Penyakit Torsi Ovarium pada Wanita

Ovarium atau indung telur merupakan organ reproduksi wanita yang terletak di bagian kanan dan kiri rahim. Organ ini berfungsi untuk menghasilkan sel telur serta berperan dalam proses menstruasi. Agar tetap berada di posisinya, ovarium disanggah oleh ligamen tepat di bagian atas dan sampingnya. Namun, apakah Anda mengenal torsi ovarium?

Torsi ovarium adalah kondisi yang terjadi ketika ligament yang menyanggah indung telur tersebut terpelintir. Hal ini menyebabkan aliran darah ke ovarium dan tuba falopi terhambat. Tuba falopi sendiri merupakan saluran yang menghubungkan indung telur dengan rahim.

Torsi ovarium juga dapat menimbulkan gejala berupa rasa nyeri yang hebar dan gejala lain akibat torsi ovarium menghambat aliran darah pada ovarium. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka dapat menyebabkan terjadinya kematian jaringan.

Selain itu, kondisi ini umumnya hanya memengaruhi satu ovarium saja. Dalam hal ini, dokter menyebutnya dengan torsi adneksa.

 Penyebab Torsi Ovarium

Torsi adalah kondisi yang terjadi ketika ovarium tidak stabil, seperti akibat adanya pengaruh kista atau massa ovarium. Pasalnya, hal ini dapat menyebabkan posisi ovarium menjadi miring dan membuatnya tidak stabil.Selain itu, seorang wanita juga memiliki risiko mengalami torsi ovarium apabila :

  • Memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Memiliki ligamnetum ovarium yang panjang
  • Sedang dalam kondisi hamil.
  • Sedang menjalani perawatan hormonal, misalnya untuk infertilitas (kemandulan), yang mana dapat merangsang ovarium.

Meski pada dasarnya konsisi ini dapat terjadi pada setiap wanita di berbagai usia, namun kondisi ini paling sering ditemukan pada wanita di usia produktif.

Gejala Torsi Ovarium

Torsi ovarium juga dapat menimbulkan gejala yang bervariasi pada pengidapnya, yang antara lain adalah :

  • Nyeri yang parah pada perut bagian bawah
  • Perut kram
  • Mual dan muntah

Gejala-gejala di atas umumnya muncul secara tiba-tiba, dan dalam beberapa kasus rasa nyeri dank ram tersebut dapat dating dan pergi selama beberapa minggu. Hal ini terjadi karena ovarium berusaha untuk memutar kembali ke posisi seharusnya.

Pada dasarnya torsi obarium adalah kondisi yang tidak pernah terjadi tanpa rasa sakit. Oleh karena itu, jika Anda mengalami mual dan muntah tanpa disertai rasa sakit, maka kemungkinan penyebab yang mendasarinya berbeda.

Diagnosa

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, jika Anda mengalami gejala torsi ovarium di atas, maka segera periksakan diri Anda ke dokter. Sebab, semakin lama kondisi ini tidak diobati maka semakin besar pula kemungkinan terjadinya komplikasi yang lebih serius.

Setelah mengamati gejala yang dirasakan dan meninjau riwayat pasien, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan panggul untuk menentukan apakah nyeri perut bagian bawah disebablan oleh ovarium yang mengalami torsi.

Selain itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan darah dan urin untuk memastikan ada tidaknya kemungkinan diagnosis lain yang memiliki gejala serupa, seperti :

  • Abses ovarium
  • Infeksi saluran kemih
  • Kehamilan ektopik
  • Radang usus buntu

Pengobatan

Berikut ini adalah beberapa jenis penanganan torsi ovarium :

Operasi

Metode operasi merupakan penanganan utama yang dapat dilakukan untuk mengatasi torsi ovarium. Dalam hal ini, dokter akan menggunakan salah satu dari duaa prosedur operasi yang ada untuk mengoreksi posisi indung telur yang mengalami torsi, yang di antaranya adalah :

  • Laparoskopi, yaitu prosedur operasi yang minim invasive. Prosedur ini dilakukan dengan memberi sayatan yang sangat kecil dan peralatan yang lebih canggih. Umumya, dokter akan merekomendasikan operasi ini apabila pasien sedang dalam kondisi hamil.
  • Laparotomi, yaitu prosedur operasi yang dilakukan dengan pembedahan perut bagian bawah, lalu dokter akan mengoreksi posisi indung telur secara manual.

Dalam kasus tertentu, pasien dapat mengalami kehilangan darah sehingga menyebabkan kematian jaringan disekitarnya. Jika hal ini terjadi, dokter akan melakukan operasi pengangkatan yang dapat dilakukan dengan beberapa metode, yang meliputi :

  • Ooforektomi, yaitu prosedur operasi yang dilakukan dengan cara mengangkat salah satu indung telur.
  • Salpingo-Ooforektomi, yaitu prosedur operasi yang dilakukan untuk mengangkat ovarium dan tuba falopi yang mengalami torsi. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah kekambuhan pada wanita di masa pascamenopause.

Seperti yang telah Anda ketahui, bahwa torsi ovarium dapat terjadi akibat adanya kista di indung telur (kista ovarium). Meski pada dasarnya kista ovarium bukan kondisi yang berbahaya, namun apabila dibiarkan berkembang dapat menyebabkan terjadinya komplikasi, seperti kondisi yang satu ini.

Oleh sebab itu, cegah pertumbuhan dan perkembangan kista ovarium dengan mengonsumsi obat herbal Ling Shen Yao yang selama lebih dari 30 tahun dipercaya untuk mengatasi pertumbuhan sel abnormal pada organ reprodusksi, salah satunya kista. Selain itu, Ling Shen Yao juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta memperbaiki metabolism, sehingga sangat baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *