Ling Shen Yao

Mengenal Penyakit Kanker Ovarium yang Menyerang Wanita

Satu lagi jenis kanker yang dapat menghantui wanita selain kanker serviks dan kanker payudara, yakni kanker ovarium. Penyakit kanker ovarium muncul pada jaringan indung telur dan lebih sering ditemukan pada wanita yang berada pada kondisi pascamenopause.

Sayangnya, hingga saat ini penyebab pasti dari terjadinya kanker ovarium masih belum diketahui dengan jelas. Meski demikian, kanker ovarium lebih banyak ditemukan pada wanita lanjut usia (lansia), serta wanita yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit tersebut.

Sebenarnya, penyakit kanker ovarium yang terdeteksi lebih awal atau pada stadium awal cenderung lebiih mudah untuk diatasi dibandingkan dengan kanker ovarium yang baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memeriksa kandungan secara berkala ke dokter setelah menopause.

Penyebab Penyakit Kanker Ovarium

Sebelumnya, telah disampaikan bahwa penyebab kanker ovarium masih belum diketahui secara pasti. Pasalnya kondisi ini terjadi karena adanya perubahan atau mutasi genetik pada sel-sel ovarium. Sementara itu, penyebab terjadinya mutasi genetik tersebut belum diketahui secara pasti. Mutasi genetik tersebut menyebabkan sel menjadi abnormal serta tumbuh dengan cepat dan tidak terkendali. Meski demikian, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker ovarium, di antaranya adalah :

  • Faktor usia, yakni wanita dengan usia di atas 50 tahun.
  • Kebiasaan merokok.
  • Faktor keturunan, di mana memiliki anggota keluarga yang menderita kanker ovarium atau kanker payudara.
  • Memiliki berat badan berlebih (obesitas).
  • Pernah menjalani terapi radiasi.
  • Menjalani terapi penggantian hormon saat menopause.
  • Pernah menderita penyakit endometriosis.
  • Pernah menderita sindrom Lynch.

Gejala Kanker Ovarium

Pada awal perkembangannya, kanker ovarium jarang menimbulkan gejala yang spesifik. Maka dari itu, kanker ovarium sering kali baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut dantelah menyebar ke organ lain.

Sementara itu, gejala dari kanker ovarium stadium lanjut juga tidak terlalu spesifik, cenderung menyerupai penyakit lain. Berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat terjadi pada penderita kanker ovarium, yaitu :

  • Perut terlihat besar atau kembung.
  • Menjadi lebih cepat kenyang.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit di bagian perut.
  • Mengalami kontipasi (sembelit)
  • Terjadinya pembengkakan pada perut.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
  • Menjadi lebih sering buang air kecil.
  • Nyeri di punggung bagian bawah.
  • Keluar darah dari vagina, yang dapat terjadi diluar periode menstruasi.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Pada penderita yang masih mengalami menstruasi, maka dapat terjadi perubahan siklus menstruasi.

Stadium Kanker Ovarium

Secara umum, kanker ovarium dibagi menjadi 4 stadium berdasarkan tingkat keparahannya. Berikut ini penjelasannya.

  • Stadium 1, merupakan tahapan di mana kanker ovarium hanya menetap baik di salah satu maupun kedua ovarium, dalam artian belum menyebar ke organ lain.
  • Stadium 2, merupakan tahapan di mana kanker sudah menyebar ke jaringan yang ada dalam rongga panggul atau rahim.
  • Stadium 3, merupakan tahapan di mana kanker sudah menyebar ke selaput perut (peritoneum), permukaan usus, serta kelenjar getah bening yang ada di panggul atau perut.
  • Stadium 4, merupakan tahapan akhir di mana kanker telah menyebar ke jaringan dan organ lain yang letaknya cukup jauh, seperti ginjal, hati, hingga paru-paru.

Diagnosis Kanker Ovarium

Dalam mendiagnosis kanker ovarium, biasanya dokter akan menanyakan terlebih dahulu gejala apa saja yang dialami pasien, serta riwayat kesehatannya. Selain itu, dokter juga akan menanyakan ada atau tidaknya anggota keluarga dengan riwayat penyakit kanker ovarium atau kanker payudara.

Setelah itu, barulah dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pada daerah panggul dan orga intim. Jika diduga ada kanker ovarium, maka dokter akan menganjurkan pasien untuk menjalani pemeriksaan lanjutan berupa :

  • Pemindaian

Pemindaian merupakan metode awal yang bertujuan untuk mendeteksi kanker ovarium. Dalam hal ini pemindaian dilakukan melalui USG perut. Setelah itu, dapat dilakukan pemeriksaan lain seperti CT scan atau MRI.

  • Tes darah

Tes darah merupakan metode yang dilakukan untuk mendeteksi adanya protein CA-125, yang mana merupakan penanda adanya kanker ovarium.

  • Biopsi

Dalam metode pemeriksaan ini, dokter akan mengambil sampel jaringan ovarium untuk kemudian diperiksa di laboratorium. Dalam pemeriksaan ini dokter dapat mengetahui apakah pasien benar-benar menderita kanker ovarium atau tidak.

Pengobatan Penyakit Kanker Ovarium

Penanganan kanker ovarium dapat berbeda-beda pada tiap pasien. Kondisi ini tergantung pada seberapa parah atau stadium kanker ovarium tersebut. Selain itu, keinginan penderita untuk memiliki keturunan pun menjadi pertimbangan yang penting dalam menentukan pengobatan yang akan dilakukan. Namun, secara umum pengobatan utama kanker ovarium meliputi :

  • Operasi pengangkatan ovarium, baik salah satu maupun keduanya.
  • Operasi pengangkatan rahim (histerektomi)
  • Kemoterapi.
  • Radioterapi.
  • Terapi pendukung, seperti pemberian obat pereda nyeri atau antimual.

Selain beberapa pengobatan di atas, Anda juga dapat mengonsumsi obat herbal Ling Shen Yao sebagai pendamping. Pada penderita kanker, Ling Shen Yao dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta meminimalisir efek kemoterapi dan radioterapi. Obat Ling Shen Yao juga dapat mempercepat proses penyembuhan kanker ovarium. Untuk keamanannya pun Ling Shen Yao tidak perlu diragukan lagi sebab telah dipercaya selama lebih dari 30 tahun dan telah mendapat sertifikat dari BPOM dan MUI.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *