Ling Shen Yao

Mengenal Kalazion Mata : Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Pernah menemukan adanya benjolan di mata, namun tidak terasa sakit? Bukan bintitan, bisa jadi Anda mengalami kalazion mata. Apa itu kalazion? Kalazion adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya benjolan di kelipak mata, di manan benjolan ini muncul akibat adanya penyumbata pada kelenjar meibom. Umumnya, benjolan ini tampak kemerahan, berukuran kecilm dan terkadang terasa nyeri. Kelenjar meibom sendiri pada dasarnya berfungsi untuk memproduksi cairan yang disebut sebum. Selanjutnya, cairan ini bercampur dengan air mata untuk menjaga kelembapan mata.

Penyebab Kalazion Mata

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa penyebab kalazion yang paling umum adalah akibat adanya penyumbatan pada kelenjar meibom. Kondisi ini menyebabkan sebum menumpuk dan membentuk benjolan berisi cairan di kelopak mata.

Dalam beberapa kasus, penyumbatan pada kelenjar meibom tersebut merupakan dampak akibat peradangan pada kelenjar tersebut. Meski demikian, peradangan dalam kasus tertentu juga dapat terjadi karena kelenjar meibom terkena infeksi.

Sebenarnya, kalazion mata dapat dialami oleh seapa saja, namun ada beberapa faktor yang membuat risiko seseorang terkena kalazion lebih besar. Di antaranya adalah :

  • Memiliki riwayat penyakit kulit, sepertu dermatitis seboroik atau rosacea.
  • Menderita diabetes.
  • Menderita blefaritis.
  • Pernah mengalami kalazion sebelumnya.

Gejala Kalazion

Kalazion dapat muncul baik di bagian kelopak mata atas ataupun bawah, dan juga dapat terjadi di salah satu maupun kedua mata. Berikut ini adalah beberapa gejala dan tanda yang dapat dialami oleh penderita kalazion mata, yaitu :

  • Muncul benjolan kecil di kelopak mata.
  • Mata berair.
  • Penglihatan menjadi buram ketika benjolan tubuh cukup besar dan menekan bola mata.
  • Terjadinya iritasi mata ringan.

Meski sebenarnya jarang terjadi, namun kalazion di mata juga bisa terinfeksi. Jika hal tersebut terjadi, maka benjolan bisa membesar, terlihat kemerahan, dan menimbulkan rasa sakit atau perih ketika disentuh.

Diagnosisi Kalazion

Dalam kasus kalazion,biasanya dokter akan bertanya terlebih dahulu mengenai gejala apa saja yang dialami pasien secara keseluruhan. Setelah itu, dokter akan mengamati benjolan di kelopak mata pasien. Sementara itu, umumnya kalazion di mata tidak memerlukan pemeriksaan khusus, sebab dokter akan mengelami kondisi ini melalui pemeriksaan fisik pada kelopak mata.

Pengobatan Kalazion

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa kalazion umumnya tidak memerlukan penanganan medis secara khusus. Hal ini disebabkan karena, dalam kebanyakan kasus kalazion dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Meski demikian, untuk mencepat penyembuhan, Anda dapat membantunya dengan terapi mandiri.

Berikut ini adalah beberapa terapi mandiri untuk penyembuhan kalazion yang dapat Anda lakukan di rumah :

  • Kompres bagian kelopak mata yang terkena kalazion dengan air hangat guna mengurangi pembengkakan atau benjolan yang terjadi. Lakukan selama 10 sampai 15 menit dan urangi secara rutin sebanyak 3 sampai 5 kali dalam sehari.
  • Berikan pijatan lembut pada area benjolan setelah Anda mengompresnya dengan air hangat. Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan cairan dalam benjolan. Namun, pastikan bahwa tangan Anda sudah dalam keadaan bersih sebelum melakukan pemijatan.
  • Bersihkan kelopak mata yang terkena kalazion, minimal dua kali sehari, guna menghilangkan minyak atau sebum dan sel kulit mati yang ada pada kulit area benjolan. Sebaiknya gunakan sabun yang lembut seperti sabun bayi.
  • Selain itu, yang sangat perlu diingat adalah, jangan menyentuh kalazion dengan kondisi tangan yang belum dibersihkan, serta jangan memencet benjolan sembarangan. Hindari juga penggunaan lensa kotak hingga kalazion sembuh sepenuhnya.
  • Sementara itu, jika benjolan kalazion tak juga hilang meski telah melakukan terapi mandiri di atas, terutama setelah lebih dari 2 minggu, maka Anda dapat melanjutkannya dengan pengobatan medis. Berikut ini adalah beberapa metode pengobatan yang biasa dilakukan oleh dokter untuk pasien kalazion :
  • Memberikan salep atau obat tetes mata antibiotik, tujuannya adalah untuk mengatasi kalazion yang terinfeksi.
  • Memberikan suntukan kortikosteroid pada kelopak mata yang mengalami kalazion, tujuannya adalah untuk mengurangi pembengkakan.
  • Melakukan tindakan operasi, yakni dedngan memberi sayatan kecil pada benjolan kalazion, dan mengeluarkan cairan di dalamnya.

Komplikasi Kalazion

Dalam kebanyakan kasus, kalazion tidak menyebabkan terjadinya komplikasi yang berbahaya. Namun, pada kasus yang jarang terjadi, kondisi ini juga dapat mengalami infeksi yang menyebar ke seluruh bagian mata serta jaringan di sekitarnya. Jika hal ini terjadi, maka kemungkinan penderita akan terserang infeksi selulitis orbita. Infeksi ini dapat menyebabkan kelopaak mata memerah dan membengkak, sehingga membuat penderitanya kesulitan atau bahkan tidak bisa membuka mata. Penderita juga akan merasa nyeri yang hebat di mana sekaligus demam.

Pencegahan Kalzion

Meski bukan penyakit berbahaya, ada baiknya jika Anda senantiasa melakukan pencegahan terhadap kalazion mata. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi ini adalah :

  • Jangan menyentuh mata jika tangan tidak dalam keadaan bersih.
  • Jika Anda termasuk orang yang berisiko mengalami kalazion, sebaiknya periksakan diri ke dokter mata secara rutin.
  • Pastiak benda atau segala sesuatu yang memiliki kontak langsung dengan mata, seperti kacamata lensa kotak, berada dalam keadaan bersih dan steril.

Baca Juga : Kamu Cari Obat KISTA? Pengobatan Cina Ini Solusinya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *