Ling Shen Yao

Mengenal Endometriosis Kandung Kemih, Penyebab Dan Bahayanya

Pernahkah Anda mendengar istilah endometriosis kandung kemih? Endometriosis ini merupakan suatu keadaan dengan gejala sering buang air kecil. Hal ini terjadi akibat jaringan yang ada pada dinding rahim mengalami penebalan. Selain menyebabkan sering buang air kecil, kondisi ini juga menyebabkan proses menstruasi menjadi tidak teratur dan terjadi dengan rasa yang menyakitkan.

Pada umumnya, wanita dengan endometriosis mengalami gejala buang air kecil dengan frekuensi yang berlebihan. Terutama saat wanita memasuki masa menstruasi. Untuk itu, sangat penting bagi Anda mengenal endometriosis kandung kemih dari penyebab dan gejalanya lebih lanjut di bawah ini.

Seputar Endometriosis pada Kandung Kemih

Endometriosis kandung kemih adalah gejala dimana jaringan endometrium seorang wanita mengalami pertumbuhan pada bagian luar rahim. Yang mana, jaringan tersebut seharusnya berada di dalam rahim. Kemudian saat proses menstruasi terjadi, jaringan tersebut harusnya luruh beserta darah mens. Akan tetapi, karena jaringannya terletak di luar rahim maka tentu yang terjadi adalah darah menjadi terjebak di bagian luarnya.

Hal tersebutlah yang nantinya dapat menyebabkan peradangan sekaligus iritasi pada rahim. Tak heran jika seseorang yang mengalami endometriosis, mereka akan merasakan lebih saat saat menstruasi. Meski begitu, tidak semua gejala nyeri tersebut menandakan seseorang mengalami endometriosis.

Kemudian mengapa disebut endometriosis kandung kemih? Kondisi tersebut terjadi akibat jaringan endometriom yang tumbuh secara tidak normal pada organ kandung kemil. Hal itulah yang menyebabkan seseorang merasakan gejala buang air kecil yang sering. Frekuensi kencing yang semakin sering tersebut bahkan bisa saja ditandai dengan keluarnya darah.

Mengapa Endometriosis Kandung Kemih Menyebabkan Sering Kencing?

Perlu Anda ketahui bahwa jaringan endometrium yang tumbuh di sekitar organ kandung kemih dapat menyebabkan organ tersebut mengalami tekanan. Dengan begitu, tak heran apabila seseorang merasakan sensasi buang air kecil. Medis sendiri menyebutnya dengan istilah endometriosis kandung kemih.

Penyakit yang satu ini  tersebut memiliki berbagai gejala. Seperti rasa nyeri yang terasa saat kandung kemih penuh dengan urine, sakit pada daerah pinggang belakang, sakit pada daerah panggul, sering buang air kecil, kencing berdarah, sampai munculnya sensasi terbakar saat buang air.

Sayangnya, beberapa orang yang mengalami endometriosis tidak pernah merasakan gejala apapun. Tak jarang mereka menganggap bahwa gejala yang terjadi adalah suatu tanda infeksi saluran kemih. Lantas, bagaimana cara memastikan bahwa gejala yang dialami merupakan gejala endometriosis kandung kemih?

Cara Memastikan Endometriosis Kandung Kemih

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memastikan apakah gejala yang Anda alami tergolong sebagai endometriosis kandung kemih atau bukan. Yakni dengan cara langsung kepada dokter kandungan terdekat. Nantinya, Anda dapat melakukan USG rahim untuk mengecek apakah jaringan tidak normal yang tumbuh tersebut berada di luar rahim.

Selanjutnya, Anda juga bisa melakukan cek urin pada dokter terdekat. Tes tersebut dilakukan dengan tujuan menunjukkan apakah terdapat darah di dalam urin sehingga menjadi gejala endometriosis. Tak hanya itu, umumnya akan dilakukan pula sistoskopi agar didapat bagian dalam saluran penghubung kandung kemih hingga kandung kemih itu sendiri.

Pemeriksaan di atas, dapat memudahkan Anda apakah gejala bertambahnya frekuensi buang air kecil termasuk sebagai endometriosis. Jika memang iya, maka alangkah baiknya Anda segera berkonsultasi kepada dokter yang bersangkutan untuk kemudian mendapatkan penanganan lebih lanjutnya.

Jangan sampai, Anda meremehkan gejala tersebut dan tidak segera melakukan pengobatan. Pasalnya tentu akan ada bahaya tersendiri apabila Anda menjadikan remeh hal tersebut.

Bahaya Endometriosis Kandung Kemih

Endometriosis ini sebenarnya suatu penyakit yang bersifat jinak. Akan tetapi, terdapat beberapa masalah yang dapat ditimbulkan saat seseorang menderita penyakit tersebut. Beberapa masalah yang bisa saja terjadi tersebut seperti:

  1. Menghambat tuba falopi saat pertumbuhan jaringan menuju ovarium sehingga menutupinya.
  2. Saat terjadi perdarahan kemudian terperangkat pada indung telur maka dapat membentuk kista.
  3. Dapat membentuk jaringan adhesi dan jaringan parut.
  4. Jaringan parut yang terbentuk dapat menjadi penyebab timbulnya rasa nyeri panggul hingga sulit hamil.
  5. Terjadi gangguan pada usus serta kandung kemih.
  6. Dapat memberikan efek sakit pada pergerakan dalam usus.
  7. Dapat memberikan rasa kram saat menstruasi.
  8. Menstruasi akan merasa sakit dan bertambah sakitnya dari waktu ke waktu.
  9. Rasa nyeri setelah atau selama melakukan seks.

Itulah beberapa bahaya dari endometriosis saat menyerang bagian kandung kemih. Apabila Anda merasa terdapat gejala yang berkaitan dengan penyakit tersebut sesuai dengan penjelasan, maka tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan diri sedini mungkin kepada dokter spesialis. Dengan begitu, Anda dapat memastikan lebih lanjut apakah yang Anda rasakan selama ini merupakan tanda dan gejala dari endometriosis itu sendiri.

Kemudian, apabila Anda mendapati penyakit tersebut, bisa mencoba salah satu produk herbal sebagai alternatif pengobatannya, yakni Ling Shen Yao. Ini merupakan produk herbal China dengan kandungan bahan ekstrak herbal alami dapat membantu memelihara kesehatan seseorang serta membantu mengobati beberapa penyakit termasuk endometriosis.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *