Ling Shen Yao

Mengenal Benjolan di Mata Kalazion

Pernahkah Anda menemukan adanya benjolan di mata? Bisa jadi itu kalazion. Kalazion merupakan salah satu jenis benjolan di kelopak mata yang terjadi akibat adanya penyumbatan pada kelenjar meibom. Umumnya, benjolan ini berukuran kecil, tampak kemerahan, tidak menimbulkan rasa sakit, dan dapat bertahan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Banyak orang yang keliru dan menganggap bahwa kalazion adalah herdeolum atau bintitan. Padahal, kedua jenis benjolan di mata tersebut berbeda jika dilihat dari penyebabnya. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa kalazion merupakan dampak dari penyumbatan kelenjar bulu mata. Kelenjar meibom sendiri berukuran lebih besar dan letaknya pun lebih dalam. Fungsi dari kelenjar ini adalah untuk memproduksi cairan bernama sebum guna menjaga kelembapan mata.

Penyebab dan Faktor Risiko Benjolan di Mata

Kalazion adalah kondisi yang terjadi ketika kelenjar meibom tersumbat. Hal ini menyebabkan sebum menumpuk sehingga pada akhirnya membentuk benjolan berisi cairan di kelopak mata.

Dalam kebanyakan kasus, penyumbatan tersebut merupakan akibat dari kelenjar meibom yang mengalami peradangan. Namun, pada kasus tertentu, penyumbatan tersebut juga dapat terjadi karena kelenjar meibom mengalami infeksi.

Perlu Anda ketahui bahwa kalazion pada mata dapat dialami oleh siapa saja. Meski demikian, ada beberapa faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kalazion, di antaranya adalah :

  • Menderita penyakit kulit, seperti dermatitis seboroik atau rosacea
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes
  • Menderita blefaritis
  • Pernah menderita kalazion sebelumnya

Gejala Kalazion

Kalazion sendiri dapat tumbuh di kelopak mata atas atau bawah, dan bias tumbuh di salah satu atau kedua mata. Berikut adalah beberapa gejala dan tanda yang dapat dialami oleh seseorang yang mengalami kalazion, yaitu :

  • Tumbuh benjolan padat di kelopak mata, namun tidak terasa nyeri
  • Penglihatan menjadi kabur ketika benjolan cukup besar dan menekan bola mata
  • Iritasi mata ringan
  • Mata berair

Meski termasuk kondisi yang jarang terjadi, namun benjolan kalazion dapat mengalami infeksi. Jika hal tersebut terjadi, maka benjolan di mata akan membesar, terlihat kemerahan, dan terada perih atau nyeri apabila disentuh.

Jika Anda menemukan adanya benjolan di mata, terutama apabila benjolan tersebut telah berlangsung cukup lama. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Diagnosis Benjolan di Mata

Dalam diagnosis kalazion, dokter umumnya akan menanyakan mengenai gejala yang di alami pasien, ada atau tidaknya riwayat penyakit pada mata, dan riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Setelah itu, dokter akan memeriksa benjolan di kelopak mata pasien.

Sebenarnya, kalazion tidak memerlukan pemeriksaan medis khusus, sebab dokter dapat mengetahui penyakit ini hanya dengan pemeriksaan fisik pada kelopak mata.

Pengobatan Benjolan di Mata

Dalam sebagian besar kasus, sebenarnya kalazion tidak memerlukan adanya penanganan medis secara khusus. Hal ini disbebakan karena kalazion dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Namun, untuk mempercepat proses penyembuhan, maka ada sejumlah metode pengobayan yang dapat dilakukan,  mulai dari terapi mandiri hingga terapi media, yang meliputi :

Terapi mandiri

Penanganan kalazion dapat Anda lakukan secara mandiri di rumah dengan langkah-langkah berikut :

  • Kompres bagian kelopak mata yang mengalami kalazion dengan air hangat, guna mengirangi pembengkakan. Lakukan metode ini selama 10-15 menit dan ulangi sebanyak 3-5 kali dalam sehari.
  • Pijat lembut bagian yang mengalami benjolan setelah dikompres dengan air hangat untuk mengeluarkan cairan yang ada di dalam benjolan. Namun, pastikan bahwa tangan Anda sudah dibersihkan sebelum melakukan pemijatan.
  • Bersihkan bagian kelopak mata yang terkena kalazion secara rutin, minimal 2 kali sehari, untuk menghilangkan minyak dan sel kulit mati yang ada pada kulit daerah benjolan. Dalam hal ini, sebaiknya gunakan sabun yang lembut seperti sabun bayi.

Selain itu penting untuk diingat, bahwa jangan sembarangan menyentuh benjolan kalazion di mata dengan tangan yang belum dibersihkan, dan jangan juga memencet benjolan untuk mengeluarkan cairan. Hindari juga penggunaan lensa kontak selama kalazion belum sembuh sepenuhnya.

Terapi medis

Jika benjolan kalazion tidak membaik juga meski telah  melakukan langkah-langkah penanganan di atas, terutama setelah lebih dari 2-8 minggu, maka jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Beberapa metode pengoabatan yang dapat dilakukan oleh dokter dalam mengatasi kalazion, di antaranya adalah :

  • Memberikan salep atau obat tetes mata antibiotik guna mengatasi kalazion yang mengalami infeksi
  • Memberikan suntik kortikosteroid pada bagian kelopak mata yang mengalami kalazion, guna mengurangi pembengkakan yang terjadi
  • Melakukan operasi kalazion, yakni dengan membuat sayatan kecil pada benjolan untuk mengeluarkan airan yang ada di dalam benjolan.

Pencegahan Kalazion

Agar tidak mengalami kalazion, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai upaya pencegahan, yaitu :

  • Pastikan tangan selalu bersih sebelum menyentuh mata.
  • Periksa ke dokter secara rutin apabila Anda menderita faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya kalazion
  • Pastikan benda atau segala sesuatu yang kontak langsung dengan mata (lensa kontak dan kacamata) sudah bersih dan steril.

Baca Juga : Macam-Macam Penyebab Munculnya Benjolan di Leher

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *