Ling Shen Yao

Kenali Faktor Risiko Kanker Kolorektal

Tahukah Anda apa itu kanker kolorektal? Kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau pada bagian paling bawah dari usus besar yang terus terhubung ke anus (rektum). berdasarkan lokasi tumbuhnya kanker tersebut, jenis kanker ini dapat dinamai kanker kolon atau kanker rektum. Lantas, apa penyebabnya dan adakah faktor risiko kanker kolorektal? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut.

Perlu Anda ketahui bahwa dalam kebanyakan kasus kanker kolorektal berawal dari polip usus atau jaringan tumbuh dinding dalam kolon atau rektum. Namun, bukan berarti semia polip akan berkembang menjadi kanker kolorektal. Kemungkinan polip berkembang jadi kanker juga tergantung pada jenis polip itu sendiri. Secara umum, ada dua jenis polip di usus besar, yaitu :

  • Polip hiperplastik, yaitu jenis polip yang lebih sering terjadi dan umumnya tidak berubah menjadi kanker.
  • Polip adenoma, yaitu jenis polip yang dapat berubah menjadi kanker. Oleh sebab itu, adenoma juga termasuk ke dalam kondisi pra kanker.

Selain tergantung pada jenis polip yang tumbuh, ada beberapa faktor risiko lain yang dapat memengaruhi perubahan polip menjadi kanker kolorektal. Di antaranya seperti ukuran polip yag lebih besar dari 1 cm, keberadaan polip di kolon atau rektum yang lebih dari dua buah, dan ketika ditemukan displasia (selabnormal) setelah polip diangkat.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Kolorektal

Penyebab

Secara umum proses terbentuknya kanker dimulai dari adanya pertumbuhan sel-sel abnormal, begitu pun dalam kasus kanker kolorekral. Meski begitu, hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan adanya pertumbuhan sel-sel abnormal tersebut.

Faktor Risiko Kanker Kolorektal

Meski penyebabnya belum diketahui, ada beberapa faktor risiko kanker kolorektal, di antaranya adalah :

  • Faktor usia, di mana risiko kanker kolorektal akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Bahkan, lebih dari 90% kasusu kanker kolorektal dialami oleh mereka yang berusia di atas 50 tahun.
  • Penyakit genetik, di mana seseorang dengan penyakit yang diturunkan dari keluarga, seperti sindrom Lynch berisiko tinggi mengalami kanker kolorektal.
  • Adanya riwayat penyakit tertentu, di mana seseorang dengan riwayat pentakit kanker ataupolip kolorektal berisiko tinggi mengalami kanker kolorektal. Begitu pun dengan seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit kanker atau polip kolorektal.
  • Radang usus, di mana kanker kolorektal berisiko lebih tinggi terjadi pada penderita kolitis ulseratif atau penyakit Crohn.
  • Diabetes, di mana penderita diabetes juga berisiko tinggi mengalami kanker kolorektal.
  • Faktor gaya hidup, seperti kurangnya olahraga dan kurangnya asupan makanan berserat seperti buah dan sayur. Selain itu, mengonsumsi minuman beralkohol, merokok dan memiliki berat badan berlebih (obesitas) juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker kolorektal.
  • Radioterapi, di mana paparan sinar radiasi pada area perut dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker kolorektal.

Gejala Kanker Kolorektal

Tanpa mengabaikan faktor risiko kanker kolorektal, di masa awal perkembangannya, kanker kolorektal cenderung tidak menimbulkan gejala spesifik. Gejala umumnya baru dirasakan ketika kanker sudah berkembang jauh. Jenis gejalanya sendiri tergantung dengan ukuran dan lokasi tumbuhnya kanker. Beberapa gejala yang dapat muncul akibat kanker kolorektal antara lain adalah :

  • Diare atau sembelit.
  • Merasa bahwa buang air besar belum tuntas.
  • Mual dan muntah.
  • Darah pada tinja.
  • Perut terasa nyeri, kembung, dan kram.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  • Tubuh menjadi lebih mudah lelah.

Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, maka jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Seperti yang telah Anda ketahui bahwa pada tahap awal kanker kolorektal cenderung tidak menimbulkan gejala, sehingga diperlukan pemeriksaan berkala untuk berjaga-jaga.

Stadium Kanker Kolorektal

Kanker kolorektal dapat dibagi menjadi beberapa tahapan atau stadiumberdasarkan tingkat keparahannya, yaitu :

  • Stadium 0, yaitu tahap di manan kanker muncul pada lapisan terdalam dinding kolon.
  • Stadium 1, yaitu tahapan di mana kanker sudah menembus lapisan kedua atau mukosa, dan sudah mulai menyebar ke lapisan ketiga (submukosa). namun, sel kanker belum menyebar ke luar dinding kolon.
  • Stadium 2, yaitu tahap di mana kanker menyebar hingga ke bagian luar dinding kolon, dan ada kemungkinan kanker sudah menyebar ke organ terdekat. Namun, pada tahap ini kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium 3, yaitu tahap di manan kanker sudah menyebar ke luar dinding kolor dan ke satu aau lebiih kelenjar getah bening.
  • Stadium 4, yaitu tahap di manan kanker sudah menembus dinding kolon, dan dapat menyebar ke bagian tubuh yang jauh dari usus, seperti paru-paru dan hati. Dalam kondisi ini, ukuran tumor pun bisa bervariasi.

Pengobatan Kanker Kolorektal

Apabila kanker faktor risiko kolorektal terdeteksi sejak dini maka peluang untuk sembuh pun akan semakin tinggi. Namun, apabila kanker sudah berkembang pada stadium lanjut, maka diperlukan langkah pengobatan untuk mencegah penyebaran sekaligus meringankan gejala yang dialami penderita. Pengobatan yang dapat dijalani oleh penderita kanker kolorektal di antaranya adalah :

  • Prosedur operasi
  • Ablasi radiofrekuensi
  • Cryosurgery
  • Kemoterapi dan radioterapi.

Demikian yang dapat disampaikan mengenai faktor risiko kanker kolorektal, besaerta gejala, stadium, dan pengobatannya. Semoga apa yang disampaikan dapat memberikan manfaat bagi Anda semua.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *