Lingshenyao.id – Kanker hati adalah kanker yang awalnya bermula dari organ hati dan dapat menyebar ke berbagai organ tubuh lainnya. Faktor penyebab kanker hati antara lain adalah infeksi kronis hepatitis B atau C, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, penyakit hati turunan, dan paparan zat kimia.

Selain itu, kanker hati juga dapat disebabkan oleh sirosis hati. Sirosis hati adalah kondisi terbentuknya jaringan parut di hati. Hal ini disebabkan oleh kerusakan hati jangka panjang (kronis). Jika terus dibiarkan, jaringan sehat di organ hati akan berubah menjadi jaringan parut. Akibatnya, aliran darah di hati akan terganggu, bahkan bisa terhenti.

Penyakit hati yang menyebabkan kanker hati ini ditandai dengan beberapa gejala yang bisa diamati, seperti kehilangan selera makan, kelelahan, mudah mengantuk, pembengkakan pada pergelangan kaki, muntah darah, sesak nafas, perubahan warna urine dan tinja, serta demam.

Kisah Askar

Sementara itu, gejala kanker hati tidak jauh berbeda. Selain mudah lelah dan mengantuk, penderita mengeluarkan tinja berwarna seperti kapur, urine gelap, tubuh mudah memar, dan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas. Salah seorang penderita kanker hati adalah Askar.

Pada 1988, Askar divonis menderita hepatitis A dan dirawat di sebuah rumah sakit di Palembang. Beberapa bulan setelah dinyatakan sembuh, penyakitnya kambuh. Bahkan, kali ini menjadi hepatitis B. Askar pun bolak-balik keluar masuk rumah sakit sejak saat itu.

Karena ingin sembuh, pada 2002, Askar mencoba berobat di sebuah rumah sakit yang terkenal di Jakarta. Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh dokter spesialis, Askar dinyatakan mengidap kanker hati stadium 3. Di hatinya, ditemukan sebuah benjolan dengan diamater berukuran 3 cm.

Kondisi Askar pada saat itu memang sudah lemah. Ia mual-mual, tidak berselera makan, tetapi perutnya membuncit. Ia juga merasakan sakit pada rusuk di sebelah kanan. Saat dicek, gula darahnya sangat tinggi. Karena menderita penyakit yang kompleks tersebut, Askar membayangkan usianya tidak lama lagi.

Kurang Beristirahat

Pria berusia 54 tahun ini mengakui bahwa ia memang pekerja keras sejak masih muda. Hal tersebut membuat waktunya untuk beristirahat sangat kurang. Ia berangkat pagi sekali dan pulang larut malam dari toko. Kondisi tersebut terjadi terus-menerus sehingga lama-kelamaan tubuhnya digerogoti oleh penyakit.

Setelah menderita hepatitis A, dokter pun sudah mengingatkan Askar agar tidak memforsir diri untuk bekerja. Ia juga harus membagi waktu supaya bisa beristirahat dengan baik. Namun, peringatan tersebut sama sekali tidak dihiraukannya. Askar tetap menjalankan rutinitas seperti biasa hingga akhirnya penyakitnya kambuh, bahkan lebih parah lagi. Banyak istirahat, demikian lagi-lagi anjuran dari dokter kepada Askar.

Karena kondisinya justru semakin lemah, Askar pun memutuskan untuk berhenti berobat di Jakarta dan pulang ke Palembang. Di rumah, ia terkapar di tempat tidur. Duduk tidak bisa, apalagi berjalan. Sakit pada rusuk kanan membuat tubuhnya tidak bisa dimiringkan ke kanan. Rasa mual pun terus mendera. Hal itu terjadi selama berbulan-bulan. Yang bisa dilakukan Askar di tempat tidur hanyalah berdoa dan berzikir kepada Tuhan supaya memberikan jalan kesembuhan.

Mencoba Obat Herbal

Sekitar Januari 2003, seorang tetangga yang melihat kondisi Askar berusaha untuk membantu. Ia menyarankan sejenis obat herbal bernama Ling Shen Yao. Tanpa menunda, Askar pun langsung mencoba. Sesuai petunjuk, air rebusan obat ini ia minum. Hasilnya ternyata di luar dugaan. Akhirnya, ia merasakan suatu perubahan, meskipun secara perlahan-lahan. Ia merasa lebih bertenaga dan rasa sakit pada perut mulai hilang.

Baca Juga : Kanker Kandungan Menghilang Tanpa Operasi (Ini Kisahnya)

Ketika memutuskan untuk meminum serbuk Ling Shen Yao, Askar telah berhenti mengonsumsi obat-obatan lain. Ia pun terus bersemangat dan rutin minum obat herbal tersebut. Pada bulan ketiga, Askar sudah dapat beraktivitas kembali dan menjalankan usahanya.

Untuk memastikan kesembuhannya, Askar datang kembali ke rumah sakit yang pernah memeriksa dan memvonisnya mengalami kanker hati. Melalui pemeriksaan yang dilakukan, akhirnya terungkap bahwa kondisi penyakitnya sudah jauh berkurang. Benjolan yang awalnya ada di hati Askar kini hanya terlihat sebagai titik kecil.

Saat pulang ke Palembang, ia kembali melakukan check up di rumah sakit. Dokter pun terkejut karena organ hati Askar benar-benar bersih. Hal itu terlihat dari hasil USG, CT Scan, dan laboratorium. Pada kenyataannya, ia sudah bekerja seperti orang normal pada umumnya.

Ling Shen Yao, obat herbal yang dikonsumsi Askar, telah terbukti manjur membantu pria ini terbebas dari kanker hati yang ganas. Obat ini dibuat dari ekstrak alami terbaik dan diolah oleh para pakar farmasi. Untuk kesembuhannya itu, Askar tentu sangat bersyukur. Kini, ia bisa kembali menjalani kehidupannya dan melakukan aktivitasnya dengan baik.

Info dan pemesanan silahkan kontak kami di

0812-1003-6550

Atau kunjungi marketplace kami di bukalapak