Lingshenyao.id – Kanker merupakan sebuah penyakit yang terjadi karena pertumbuhan sel-sel dalam tubuh yang tidak wajar. Pada kondisi ini, mutasi sel terjadi sehingga sel-sel tubuh akan membelah diri dalam jumlah yang terlalu banyak dan membentuk jaringan tumor. Tumor yang kemudian berubah ganas pun dikenal sebagai kanker. Dalam perkembangannya, ada banyak jenis kanker yang biasanya dinamakan sesuai dengan bagian tubuh yang diserangnya, seperti kanker anus.

Seperti namanya, penyakit ini ada di bagian anus (atau saluran anus), yakni saluran pada ujung rektum yang berfungsi sebagai saluran pembuangan kotoran dari usus. Kasus kanker anus memang cenderung kasus yang cukup jarang terjadi. Walau begitu, efek yang ditimbulkan tidak lantas menjadi berkurang menyiksa seperti yang dialami oleh Nyonya Aisyah.

Gejala Kanker Anus Mirip Wasir

Pada dasarnya, kanker anus dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia maupun gender. Walau begitu, riset menunjukkan bahwa wanita lebih banyak terjangkit penyakit ini.

Kanker anus cenderung memiliki gejala yang tidak terlalu spesifik sehingga sering menimbulkan salah diagnosis. Adapun beberapa tanda-tanda umum kanker ini antara lain sebagai berikut.

  • Mudah merasa lelah
  • Sakit perut seperti maag
  • Perubahan kebiasaan buang air besar (sembelit, diare, dsb.)
  • Perubahan berat badan yang drastis
  • Sakit saat buang air besar
  • Keluar lendir dari anus
  • Ada kandungan darah baik merah maupun gelap pada tinja
  • Gatal atau nyeri pada anus
  • Munculnya pembengkakan atau benjolan pada anus
  • Dan lain-lain

Aisyah sendiri sebelumnya telah mengalami gangguan kesehatan terkait lambung selama sekitar lima tahun. Hampir setiap hari, dia merasakan gangguan pada lambungnya. Hasil konsultasi dengan dokter pun menyiratkan bahwa dia hanya mengidap penyakit maag yang cukup kronis.

Namun, semakin lama, kondisinya semakin buruk. Rasa sakit yang dirasakannya jadi jauh lebih menyiksa. Aisyah pun sampai di tahap susah buang air besar. Diagnosis dokter pun akhirnya mengarah pada ambeien alias wasir. Anehnya, semakin diobati, justru semakin sakit.

Aisyah tidak berhenti mencari pengobatan, tentu saja. Dia pun datang ke dokter ahli yang lain di pertengah tahun 2003. Melalui pemeriksaan, ditemukan adanya benjolan di anus dengan ukuran menyerupai telur ayam kampung. Hal tersebut tidak terlalu mengejutkan, tetapi tak elak membuatnya tetap merasa takut. Pasalnya, dia sendiri pernah meraba dan merasakan adanya benjolan di saluran pembuangan tersebut.

Menangani Kanker Anus Lewat Operasi

Benjolan tersebut merupakan jenis kanker. Sebagaimana kondisi kanker pada umumnya, dokter pun menyarankan tindakan operasi untuk mengatasi penyakit ini. Namun, seperti kebanyakan orang, Aisyah tidak menyiratkan reaksi positif atas gagasan tersebut. Karena beberapa alasan, dia takut jika harus menjalani operasi.

Akibatnya tentu saja, kondisi Aisyah tidak kunjung membaik. Tidak adanya penanganan yang signifikan membuat keadaannya semakin memburuk. Dia menjadi semakin tersiksa, apalagi dengan kotoran dalam perut yang terus menumpuk di dalam dan tidak bisa keluar.

Perlahan-lahan, kanker anus yang dideritanya juga berdampak pada perutnya yang terasa semakin begah. Napasnya pun berubah kian sesak, jantungnya jadi lebih mudah berdebar dengan detak yang tidak beraturan. Bahkan, sekujur badan Aisyah mulai berubah warna menjadi kuning akibat kondisi liver yang juga sudah terganggu. Matanya menjadi berkunang-kunang, kakinya tidak kuat lagi untuk melangkah, dan berjalan hanya akan membuatnya ambruk.

Sejak saat itu, praktis Aisyah pun menghabiskan hari-harinya di atas tempat tidur. Tubuhnya terlalu lemah untuk melakukan apa pun yang dulu bisa dilakukannya dengan mudah. Hingga akhirnya pada suatu hari, salah seorang tetangganya datang membesuk sekaligus menyampaikan sebuah informasi berharga.

Baca Juga : Selamat dari Ancaman Kanker Ganas di Punggung (Rutin Konsumsi Ling Shen Yao)

Tetangga Aisyah rupanya juga seorang cancer survivor yang kini telah dalam keadaan pulih. Dia berbagi pengalamannya menjalani hari-hari sebagai penderita kanker yang kemudian berhasil lolos dari jeratan kanker melalui obat herbal Ling Shen Yao.

Melihat kondisi tetangganya, Aisyah pun memutuskan untuk mencoba alternatif tersebut. Dalam jangka waktu satu minggu setelah rutin meminum air godokan Ling Shen Yao, benjolan di anusnya langsung pecah. Mengingat sudah terlalu lama kotoran yang harusnya keluar justru mengendap, wajar jika bau yang menguar sangat busuk.

Setelah kotoran tersebut keluar, perut pun menjadi lebih ringan dan tidak lagi terasa begah menyiksa seperti yang selalu dirasakannya. Rasa sakit dan pegal di sekujur tubuh pun jadi semakin lenyap. Melihat dan merasakan sendiri perubahan positif pada tubuhnya, Aisyah semakin mengintensifkan meminum Ling Shen Yao.

Enam bulan setelah rutin mengonsumsi air rebusan Ling Shen Yao, Aisyah pun semakin merasa benar-benar sembuh dari kanker anus. Kini, benjolan di anus yang menyiksa itu sudah menghilang. Pun dengan gangguan fisik seperti sesak napas, gangguan pada lambung, liver, dan jantung menghilang dan membuatnya dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasa.

Info dan pemesanan silahkan kontak kami di

0812-1003-6550

Atau kunjungi marketplace kami di bukalapak