Ling Shen Yao

Ini Dia Pengobatan Kista Baker yang Tepat

Kista merupakan penyakit berbentuk sejenis benjolan berisi gas, cairan atau bahan padat yang dapat ditumbuh di beberapa area tubuh seperti wajah, kaki, lengan hingga ovarium. Akan tetapi penyakit satu ini belum bisa diketahui penyebabnya secara pasti serta jarang menunjukkan gejala. Selain itu, jenis kista juga cukup beragam dan salah satu yang cukup populer di kalangan masyarakat yaitu kista baker. Perlu Anda ketahui bahwa kista baker adalah kantong yang berisi cairan serta dapat menyebabkan munculnya benjolang pada bagian belakang lutut. Biasanya benjolan kista tersebut akan terasa sakit saat lutut digerakkan. Hal inilah yang membuat kista baker sering membuant penderitanya merasa tidak nyaman untuk beraktivitas. Tak heran berbagai pengobatan kista baker dilakukan agar kista tersebut bisa terangkat atau hilang.

Lalu apakah kista baker harus dioperasi? Simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini.

Penyebab Munculnya Kista Baker

Bagi kebanyakan orang mungkin beranggapan bahwa kista baker hanya bisa terjadi pada orang dewasa saja terutama orang-orang yang memasuki usia lanjut. Padahal jenis kista satu ini bisa menyerang semua orang baik usia anak-anak maupun orang dewasa. Akan tetapi, kasus terbesar penderita kista baker terjadi pada wanita yang sudah berusia di atas 40 tahun. Meskipun kista ini tidak begitu berbahaya, namun ketika kista baker semakin membesar maka akan menimbulkan rasa nyeri yang menyiksa.

Penyebab utama munculnya kista baker di belakang lutut yaitu akibat adanya penimbunan cairan pelumas sendi lutut. Dimana penimbunan tersebut dapat terjadi karena adanya peradangan atau penyakit sendi serta cedera menyerupai robekan di bagian sendi lutut.

Gejala Kista Baker

Meskipun beberapa jenis kista tidak diketahui gejalanya secara jelas, namun untuk kista baker ini masih menunjukkan beberapa gejala. Dengan demikian penderita bisa segera melakukan upaya pengobatan kista baker sedini mungkin agar kista tersebut tidak semakin parah.

Adapuan gejala kista baker tersebuat antara lain berupa adanya rasa sesak, nyeri serta tidak nyaman di bagian belakang lutut. Selain itu, muncul gejala lain berupa adanya bengkak yang dapat terlihat ketika penderita meluruskan lututnya.

Akan tetapi rasa sakit tersebut akan hilang ketika penderita menekuk lututnya 45 derajat. Biasanya nyeri lutut sebagi gejala kista baker akan semakin parah saat seseorang beraktivitas. Jika dibiarkan, lama kelamaan kista ini akan semakin membesar ke otot betis serta menimbulkan bengkak maupun kemerahan di ujung kaki.

Apabila kista baker tersebut pecah, biasanya akan menyebabkan peradangan, kemerahan, pembengkakan dan nyeri di betis maupun lutut. Bahkan kista yang pecah tersebut juga bisa menyebabkan terjadinya komplikasi tambahan serta gejala lain seperti nyeri betis, mati rasa, bengkak kaki bawah, nyeri yang hebat saat kaki diluruskan serta jari kaki yang melemah.

Pengobatan Kista Baker

Kista baker termasuk jenis kista yang tidak berbahaya serta bisa hilang dengan sendirinya. Dalam kategori ringan, kista ini juga dapat diatasi sendiri di rumah agar rasa nyeri dan bengkak bisa diredakan.

Pengobatan kista baker secara mandiri tersebut dilakukan dengan mengompres sekitar area yang nyeri menggunakan air dingin, mengurangi aktivitas berjalan dan berdiri serta mengkonsumsi obat untuk meredakan nyeri. Selain itu, posisikan tungkai agar tidak menggantung dengan memakai penyangga.

Apabila penanganan secara mandiri tetap belum meredakan keluhan, maka segera konsultasikan ke dokter untuk memperoleh penangan lebih lanjut. Sebagai langkah awal pemeriksaan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Dimana pasien akan diminta berbaring dengan posisi tengkurap kemudian dokter memeriksa bagian lutut pasien dengan kondisi lutut di luruskan dan ditekuk.

 Selain itu, untuk memastikan adanya kista pada tubuh pasien maka dokter juga melakukan pemeriksaan pemindaian berupa USG lutut, MRI dan Rontgen Lutut. Berikut ini beberapa pengobatan kista baker yang dilakukan oleh dokter:

1. Suntik Kortikosteroid

Suntikan ini diberikan secara langsung ke bagian sendi lutut agar bengkak dan nyeri bisa berkurang. Akan tetapi cara ini belum bisa menjamin kista baker akan sembuh total. Biasanya pengobatan kista baker ini membutuhkan waktu beberapa hari atau bahkan beberapa minggu.

2. Mengeluarkan Cairan dari Dalam Kista

Pengobatan kista baker ini dilakukan dokter dengan memakai jarum yang dibantu dengan USG sehingga letak kista serta tempat menusuknya bisa ditentukan. Biasanya cara ini dilakukan untuk kista baker yang belum begitu besar.

3. Fisioterapi

Pengobatan kista baker  ini dilakukan untuk membantu meningkatkan jangkauan gerak lutut. Caranya dengan melatih kelenturan serta kekuatan otot di sekitar lutut.

4. Operasi Pengangkatan Kista

Operasi pengangkatan kista dilakukan ketika pasien kesulitan untuk menggerakan lututnya. Pengobatan kista baker ini dilakukan agar kista tidak tumbuh lagi di belakang lutut pasien. Operasi kista baker bisa dilakukan melalui dua cara yaitu arthroskopi dan bedah terbuka.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pengobatan kista baker tidak harus melalui operasi. Sebab selain bisa sembuh dengan sendirinya, kista ini juga dapat disembuhkan secara mandiri. Namun jika kista baker tak kunjung sembuh maka segeralah periksakan diri ke dokter agar penanganan kista dapat dilakukan dengan segera.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *