Lingshenyao.id – Infeksi kantung kemih merupakan gangguan kesehatan yang sangat sering menyerang pada wanita. Hal ini dikarenakan uretra yang berfungsi sebagai saluran penghubung kantung kemih ke lingkungan luar tubuh pada wanita lebih pendek dibandingkan pria.

  • Penyebab Infeksi Kantung Kemih

Struktur anatomi uretra wanita yang lebih pendek tidak lantas menimbulkan infeksi bila tidak dipicu oleh hal-hal lain. Infeksi kantung kemih pada dasarnya disebabkan oleh patogen yang menempel dan berkembang biak pada dinding kantung kemih, baik virus, jamur, bakteri. Bila kondisi ini dibiarkan terlalu lama, bukan tidak mungkin infeksi menyebar ke berbagai organ lain dan menimbulkan risiko yang lebih parah.

Pertanyaannya, bagaimana patogen ini bisa masuk ke dalam kantung kemih? Faktor paling umumnya adalah cara membersihkan organ kewanitaan yang keliru. Membersihkan area ini semestinya dilakukan dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Selain itu, keringkan area tersebut selain dibersihkan menggunakan tisu atau handuk bersih sehingga meminimalkan kondisi lembap yang disukai patogen.

Di samping itu, infeksi kantung kemih juga bisa disebabkan oleh seringnya menahan buang air kecil, penyakit menular seksual yang terjadi dalam proses bercinta, memasuki masa menopause, bahan-bahan kimia, dan lain-lain. Tidak jarang, penyakit ini juga menjadi efek dari penyakit lain seperti diabetes, gangguan ginjal, dan sebagainya.

  • Gejala Infeksi Kantung Kemih

Gejala paling umum dari infeksi kantung kemih adalah munculnya keputihan abnormal. Keputihan yang tidak wajar ini dapat ditinjau dari lendir yang berwarna lebih pekat dan kadang kuning kehijauan, menimbulkan rasa gatal, ada rasa nyeri dan panas saat buang air kecil, nyeri pada bagian organ sekitar.

Pengalaman Sembuh dari Infeksi Saluran kemih 

Dokter biasanya akan memberikan antibiotik sebagai penanganan pertama dan obat anti nyeri bila diperlukan. Namun, bilamana peradangan pada kantung kemih telah menjalar ke bagian lain seperti rahim misalnya, maka gejala yang dirasakan pun dapat berkembang.

Hal ini pula yang dialami oleh Ina S.H.. Sejak melahirkan anak pertama, rasa sakit ketika menstruasi datang semakin mengganggu aktivitasnya. Ketidaknyamanan yang dirasakannya sejak remaja itu pun kemudian mencapai puncaknya pada awal 2008. Setiap kali dia bangun dari duduk, perut bagian bawahnya pasti terasa sakit. Dokter pun memastikan bahwa dia mengidap infeksi kantung kemih.

  • Pengobatan Infeksi Kantung Kemih dengan Herbal

Dokter memberikan obat-obatan yang harus dikonsumsi dan memintanya untuk rutin melakukan terapi selama hampir satu tahun. Namun, tidak banyak perubahan progresif yang dia rasakan dari dua metode perawatan tersebut.

Ina lantas mengonsumsi obat herbal Ling Shen Yao. Dalam empat bulan, rasa sakit yang bertahun-tahun mengganggunya mulai berangsur hilang. Di luar dugaan, Ina bahkan dapat kembali hamil dan melahirkan anak keduanya dengan selamat pada tanggal 3 September 2009 yang lalu.

Sayangnya, melihat kondisinya yang membaik, Ina tidak meneruskan konsumsi Ling Shen Yao ketika sedang hamil. Dia tidak lagi merasakan sakit sama sekali kecuali gangguan kecil karena memang bawaan hamil. Akibatnya, pada pertengahan 2010, rasa sakit yang dulu telah sirna kembali lagi bahkan berkali-kali lipat lebih hebat. Padahal, mengonsumsi obat herbal ini sama sekali aman bagi ibu hamil dan tidak mengganggu proses kehamilan.

Tidak jarang, sakit dahsyatnya rasa nyeri yang dideritanya, Ina pingsan baik di rumah maupun kantor. Merasa ada sesuatu yang sangat salah, dia pun melakukan pemeriksaan dengan lebih teliti. Di sebuah rumah sakit di bilangan Jakarta Utara, Ina berkonsultasi pada seorang dokter ahli dan melakukan serangkaian pemeriksaan seperti USG, CT Scan, dan endoskopi.

Ada Kista Rahim yang Terlewatkan

Pada Agustus 2010, Ina pun mendapat jawaban pasti atas kondisi kesehatannya setelah melalui serangkaian pemeriksaan tersebut. Ada kista yang bersarang di indung telurnya dengan ukuran 3 cm.

Namun, jenis kista tersebut rupanya termasuk dalam kategori yang panas. Hal ini terbukti dari perkembangannya yang sangat cepat. Hanya berjarak dua minggu saja, ukuran kistanya sudah bertambah besar menjadi 7 cm. Dokter pun menyarankan tindakan medis yang paling dihindarinya: operasi.

  • Kembali Mengonsumsi Ling Shen Yao

Wanita yang berprofesi sebagai pengacara tersebut lantas kembali teringat dengan obat herbal yang sempat dikonsumsi dan ditinggalkannya semasa hamil anak kedua. Ling Shen Yao yang berhasil membantunya dari siksaan infeksi kantung kemih memberikan sebuah harapan.

Ling Shen Yao: Obat Infek Saluran Kemih dan Kista

Makanan yang dilarang penderita infeksi saluran kencing

Maka dalam kurun waktu dua minggu setelah kembali mengonsumsi Ling Shen Yao secara rutin, Ina merasakan kembali banyaknya perubahan positif pada tubuhnya. Di samping intensitas rasa sakit yang jauh berkurang, staminanya terasa lebih baik dan dia pun dapat bernapas dengan lebih lega.

Selama mengonsumsi obat kista ini, dia pun berhenti mengonsumsi seluruh obat yang diberikan dokter. Awal Desember 2010, dokter tetap memastikan untuk harus operasi meski Ina merasa bahwa kondisi dirinya telah membaik. Namun, pada akhir Desember 2010, ketika dia menjalani kontrol terakhir sebelum operasi, keajaiban terjadi. Pemeriksaan USG yang dilakukan berulang-ulang menunjukkan tidak adanya kista dari rahimnya. Benar-benar bersih.

Ina pun dinyatakan pulih dan bebas dari infeksi kantung kemih dan kista rahim. Hingga kini, dia pun tidak lagi merasakan keluhan dari dua penyakitnya seperti keputihan, buang air kecil yang tidak lancar, sesak napas, dan tidak tahan berada di cuaca yang dingin.

Konsultasi Via Whatsapp

 Order Via Shopee CS2 Order Via Shopee CS1

Order Via Tokopedia CS1 Order Via Tokopedia CS2