Lingshenyao.id – Endometriosis merupakan salah satu penyakit kronis yang dialami oleh wanita. Gangguan ini memang tidak memiliki kecenderungan tinggi terhadap risiko kematian. Walau begitu, rasa sakit yang sangat luar biasa membuat penderitanya sangat tersiksa. Belum lagi, penderita penyakit ini juga memiliki kemungkinan untuk hamil yang sangat kecil.

Wanita Semakin Berisiko Mengalami Penyakit Kewanitaan

Sebuah kutipan dari Pusat Medis Atlanta Amerika yang dikemukakan oleh dokter menyatakan bahwa ternyata wanita lebih mudah terserang penyakit dibandingkan pria, baik untuk tingkat yang ringan maupun kronis. Data kuantitatif bahkan menunjukkan bahwa kecenderungan ini mencapai angka 50%. Adapun beberapa faktor utama penyebabnya adalah hormonal, sifat fisik, dan reaksi tubuh wanita lainnya.

Dalam kasus empiris pun, terbukti bahwa kanker payudara, kanker serviks, miom (kista), dan beragam penyakit lain yang berkaitan dengan organ-organ kewanitaan menunjukkan peningkatan jumlah kasus dari tahun ke tahun. Lebih jauh, penelitian juga memperlihatkan bahwa gaya hidup, radikal bebas, dan asupan nutrisi di era modern menjadi penyebab paling umum terjadinya beragam penyakit tersebut.

Penyebab Penyakit Endometriosis

Satu lagi penyakit pada organ reproduksi wanita adalah endometriosis. Meski tidak mempunyai risiko yang semengerikan kanker serviks maupun jenis kanker lainnya, penyakit ini tergolong kronis. Penderitanya mengalami rasa sakit yang luar biasa terutama saat menstruasi dan melakukan hubungan seksual. Tidak jarang, rasa sakit yang sangat berat selama bertahun-tahun ini juga memengaruhi kesehatan mental.

Penyebab pasti penyakit menahun ini belum diketahui. Namun, salah satu faktor risiko yang menjadi pemicu adalah hormon estrogen. Ketidakseimbangan hormon ini memicu tumbuhnya sel-sel abnormal pada endometrium. Selain itu, faktor keturunan, sistem imun, kemampuan adaptasi sel sesuai lingkuran organ, dan paparan lingkungan menjadi penyebab lain yang memungkinkan terjadinya penyakit ini.

Gejala Penyakit Endometriosis

Gejala yang dialami oleh penderita endometriosis yang satu dan lainnya boleh jadi berbeda. Namun, tanda-tanda paling umumnya adalah rasa sakit yang luar biasa ketika menjelang menstruasi. Rasa sakit ini melebihi dari PMS biasa dan tergolong dismenore sekunder. Aktivitas pun jadi terganggu dan bukan tidak mungkin penderita hingga pingsan.

Rasa nyeri ini juga menjadi begitu hebat saat melakukan hubungan seks atau buang air besar maupun kecil. Pendarahan yang dialami pada saat menstruasi pun biasanya sangat berlebihan, siklus menstruasi yang tidak teratur, serta adanya pendarahan di tinjau maupun urin—tergantung dari seberapa parah penyakit yang diderita.

Dimulai dari Diare

Seorang penderita endometriosis bernama Dini tidak pernah tahu bahwa dia mengidap penyakit ini sampai tahun 2014 silam. Awalnya, siklus haidnya selalu lancar dan tidak ada masalah pada organ kewanitaannya.

Pada Oktober 2014, karyawati swasta di bandung tersebut mengalami diare hebat selama tiga hari yang sampai membuatnya harus masuk rumah sakit. Berat badannya sampai turun cukup drastis dibarengi dehidrasi, badan lemas, dan kepala pusing. Dokter pun memberikan infus dan obat untuk menuntaskan diare tersebut.

Namun, entah ada kaitannya atau tidak, Dini tidak lagi mendapatkan siklus haidnya secara teratur sejak peristiwa tersebut. Perutnya jadi terasa begah, emosinya menjadi tidak stabil, nafsu makan meningkat, dan berbagai PMS lainnya dirasakan, tetapi dia tidak kunjung mens. Melihat ada yang tidak beres, dia pun mengunjungi dokter kandungan pada 10 November 2014.

Memilih Obat Herbal untuk Endometriosis

Hasil konsultasi dan pemeriksaan menunjukkan bahwa dia positif mengalami gangguan hormon serta adanya penebalan dinding rahim setebal 5 cm. Dokter memberikannya resep obat yang tidak kunjung ditebusnya lantaran khawatir dengan efek samping yang diberikan. Melalui pencarian informasi, obat tersebut rupanya dapat memicu tumbuhnya kanker payudara.

Dini memutuskan untuk melakukan pengobatan alternatif yang lebih aman. Ketika berdiskusi dengan salah seorang rekan sejawatnya di kantor, dia direkomendasikan untuk mencoba Ling Shen Yao, obat herbal yang terbukti membantu mengatasi berbagai penyakit organ kewanitaan termasuk kanker.

Kurang dari satu minggu mengonsumsinya, Dini merasakan perut yang melilit yang kemudian hilang bersama dengan keluarnya BAB. Dua puluh hari kemudian—masih dengan konsumsi Ling Shen Yao—dia mengalami menstruasi dengan rasa begah yang jauh berkurang.

Endometriosis Luruh Secara Alami dan Bersih

Melihat rasa sakit yang jauh berkurang, Dini sempat menghentikan konsumsi. Namun, lewat dari tujuh hari siklus normal yang biasanya, dia masih mengalami pendarahan yang semakin terasa hebat dan mengganggu. Mulai dari darah segar hingga gumpalan merah kehitaman, semua keluar.

Baca Juga : Ling Shen Yao Berhasil Sembuhkan Infeksi Kantung Kemih dan Kista Rahim (Tanpa Operasi)

Wanita muda itu pun kembali mengonsumsi Ling Shen Yao. Baru saja malam harinya dia minum rebusan herbal tersebut, rasa sakitnya hilang meski masih ada pendarahan keesokan harinya. Pada 5 Januari 2015, dia pun memeriksakan diri ke dokter karena pendarahan yang terus terjadi selama hampir satu bulan. Dia pun mengonsumsi obat penghenti pendarahan, penambah darah, dan Ling Shen Yao hingga pada 17 Januari pendarahannya berhenti.

Sejak saat itu, siklus haidnya kembali normal. Pada Juli 2015, hasil USG menunjukkan penebalan rahim hanya tinggal 7 mm. Tiga bulan kemudian, Oktober 2015, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa rahimnya telah bersih dan dia dinyatakan bebas dari endometriosis.

Info dan pemesanan silahkan kontak kami di

0812-1003-6550

Atau kunjungi marketplace kami di bukalapak