Lingshenyao.id – Rasa takut ketika divonis mengidap penyakit diabetes melitus, khususnya diabetes melitus tipe 2, menjadi hal yang cukup normal. Apalagi, penyakit DM merupakan salah satu penyakit yang memiliki risiko kematian sangat tinggi karena komplikasi yang diakibatkannya. Selain itu, ada pula ketakutan bakal hidup dalam kondisi cacat yang harus dialami oleh para pasien DM.

Pada tahun 2014, sebanyak 3,7 orang disebutkan WHO kehilangan nyawanya karena berkaitan erat dengan kandungan gula darah tinggi dalam tubuhnya. Selanjutnya, tingkat kematian tertinggi yang dialami oleh para penderita diabetes disebabkan oleh penyakit kardiovaskular, seperti jantung koroner dan stroke, dengan persentase mencapai 80%.

Hal yang harus Anda ketahui, kemunculan gejala penyakit jantung pada penderita diabetes mengalami peningkatan 2 kali lipat dibandingkan dengan orang normal. Di sisi lain, angka penderita DM di Indonesia sangat tinggi, mencapai angka 10,3 juta orang. Melihat fakta yang terjadi di lapangan tersebut, Anda harus berhati-hati dalam menjaga pola hidup sehat sehingga terhindar dari penyakit ini.

Luka Pada Penderita Diabetes Berakibat Amputasi

Selain kematian akibat munculnya gejala penyakit jantung, hal yang memunculkan rasa takut bagi para penderita diabetes adalah risiko terjadinya amputasi. Ketika pasien DM mengalami luka, hal yang kerap terjadi, luka itu sulit sembuh. Kalau luka dibiarkan, bisa mengalami pembengkakan dan pembusukan. Alhasil, banyak penderita DM alias kencing manis yang disarankan untuk melakukan amputasi.

Ada beberapa faktor yang membuat proses penyembuhan luka pada pasien diabetes begitu sulit, yakni:

  1. Penyumbatan sirkulasi darah

Peningkatan kadar gula dalam darah yang dialami penderita diabetes melitus tipe 2, mengakibatkan adanya penyempitan dinding pembuluh darah. Kondisi ini kemudian membuat tubuh mengalami gangguan dalam sirkulasi darah yang kemudian berdampak pada sulitnya penyembuhan luka. Padahal, proses penyembuhan luka membutuhkan asupan nutrisi dan oksigen yang disalurkan lewat pembuluh darah.

  1. Kerusakan saraf

Adanya kerusakan saraf juga menjadi penyebab luka pada penderita diabetes melitus tipe 2 sulit sembuh. Kerusakan saraf terjadi karena tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Kerusakan tersebut kemudian berimbas pada terganggunya pengiriman sinyal dari tubuh ke otak. Dalam hal ini, sinyal rasa sakit yang seharusnya muncul di area sekitar luka, tak terkirim ke otak.

Baca Juga : Jual Obat Kista Bandung Ling Shen Yao (100% Asli Murah dan Terpercaya)

  1. Penurunan daya tahan tubuh

Ahli penyakit dalam Amerika serikat, dr. Asquel Getaneh menyebutkan kalau pasien diabetes melitus tipe 2 punya kecenderungan mengalami pelemahan sistem kekebalan tubuh. Karena sistem imun tak bekerja dengan baik, luka pun tak bisa diperbaiki seperti halnya ketika tubuh dalam kondisi normal.

Penyakit Diabetes dan Jantung Koroner Sembuh, Hindari Amputasi dengan Obat Herbal Ling Shen Yao

Ancaman penyakit jantung koroner serta amputasi menjadi pengalaman buruk yang harus dihadapi oleh pasien diabetes bernama Benny (58 tahun). Benny sadar kalau dirinya bukanlah orang yang memiliki kebiasaan hidup sehat. Bayangkan saja, pada masa mudanya, Benny mengaku kalau dia terbiasa menghabiskan rokok kretek sampai 2 bungkus per hari. Situasinya diperparah karena Benny bukan orang yang terbiasa berolahraga.

Mimpi buruk mulai membayangi kehidupan Benny pada 1997, ketika dirinya mendapat serangan penyakit jantung. Penyakit ini pun membuatnya menjadi langganan tetap rumah sakit. Kondisi kesehatan Benny semakin parah pada tahun 2000, ketika hasil pemeriksaan mengungkapkan bahwa ada penyakit lain yang bersarang di tubuhnya, yakni diabetes. Hal tersebut ditandai dengan hasil pemeriksaan gula darah yang tinggi, berada di angka 380.

Dengan kondisi kesehatan seperti itu, jumlah kunjungan Benny ke rumah sakit semakin intens. Pada tahun 2002, terjadi hal yang begitu mengerikan dalam kehidupan Benny. Dia mengalami kecelakaan, dan luka yang berada di kakinya, karena efek dari penyakit diabetes melitus tipe 2, tak kunjung sembuh. Dokter pun menyarankan kepada Benny untuk segera melakukan amputasi. Keputusan itu dilakukan karena pemeriksaan gula darah menunjukkan angka 300.

Baca Juga : Bebas dari Siksaan Endometriosis Secara Alami Setelah Minum (Ling Shen Yao)

Saran untuk mengamputasi kaki tersebut membuat Benny begitu terpukul. Dia pun merasa sebagai pribadi yang tak berguna. “Ketika dokter memutuskan akan mengamputasi kaki saya, saya pikir hidup saya sudah tak berguna lagi, bahkan kematian pun rasanya sudah dekat”, ujar Benny. Dia sudah berusaha untuk melakukan pengobatan terhadap penyakit diabetes dan jantung ke berbagai tempat. Namun, semua usaha itu sia-sia.

Obat Herbal Ling Shen Yao

Dihadapkan pada pilihan yang menyakitkan antara amputasi dan kematian, secercah harapan diberikan oleh salah satu sudaranya. Salah satu saudara yang perhatian dengan Benny, membawa obat herbal Ling Shen Yao yang berbentuk serbuk. Harapannya, obat itu bisa menjadi solusi menemukan cara menurunkan gula darah Benny. Hal yang disangka terjadi. Seminggu setelah mengonsumsi obat herbal tersebut, Benny merasakan ada perubahan dalam kondisi tubuhnya. Perubahan itu ditandai dengan kondisi luka yang mulai mengering dan tubuh mulai kuat.

Dalam kurun 2 minggu, luka di kaki yang bakal diamputasi pun telah kering dan dia bisa berjalan dengan normal. Setelah 3 bulan, luka di kakinya benar-benar bersih. Hal yang lebih mengejutkan, hasil pemeriksaan gula darah di laboratorium rumah sakit menunjukkan angka 150. Dokter yang biasa memeriksa Benny pun terkejut dengan cara menurunkan gula darah yang dilakukannya. Bahkan, menyebutkan kalau pemeriksaan gula darah pada 150 pada orang yang pernah menderita jantung koroner dan diabetes merupakan hal yang luar biasa.

Info dan pemesanan silahkan kontak kami di

0812-1003-6550

Atau kunjungi marketplace kami di bukalapak