Lingshenyao.id – Seorang yang mengalami gangguan fungsi ginjal, bakal merasakan rasa tidak nyaman dalam menjalani hidupnya. Fungsi tersebut di antaranya adalah melakukan penyaringan darah, mengatur jumlah kadar garam dalam darah, menentukan keseimbangan asam-basa (pH) darah, ataupun menjaga konsentrasi mineral serta elektrolit dalam darah.

Ketika ada gangguan ginjal, maka fungsi yang seharusnya dijalankan oleh organ tubuh yang satu ini tak bisa berjalan dengan baik. Gangguan tersebut biasanya terjadi karena ada batu ginjal, material keras memiliki bentuk seperti batu yang bisa dijumpai di dalam ginjal atau di saluran kemih.

Gejala Batu Ginjal

Gejala sakit ginjal yang diakibatkan oleh keberadaan batu ginjal bisa dikenali dengan adanya rasa sakit dan nyeri yang datang secara tiba-tiba. Rasa sakit dan nyeri itu biasanya muncul pada area pinggang, selangkangan, serta perut. Selain itu, rasa sakit ini juga kerap disertai dengan warna urine yang berbeda. Alih-alih berwarna putih atau kuning, urine penderita penyakit ginjal berwarna merah muda.

Tak hanya itu, ketika batu ginjal memiliki ukuran yang cukup besar, maka bisa menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan ketika buang air kecil. Keberadaan batu ginjal itu bisa menimbulkan iritasi pada lapisan dinding ureter yang akhirnya menimbulkan urine bercampur dengan darah.

Ketika Anda mengenali adanya ciri-ciri sakit ginjal tersebut, ada baiknya segera menanganinya dengan baik. Biasanya, pengobatan penyakit ini dilakukan dengan melakukan operasi. Dalam proses operasi tersebut, para dokter akan berusaha mengeluarkan mineral keras yang menjadi penyebab iritasi pada saluran urine.

Sembuh dari Penyakit Batu Ginjal Tanpa Operasi

 Cara penyembuhan penyakit ginjal biasanya disesuaikan dengan kondisi penderitanya. Ketika hasil pemeriksaan memperlihatkan bahwa ada mineral keras berukuran kecil, maka penanganannya adalah dengan memperbanyak air putih. Namun, ketika batu ginjal tersebut berukuran besar, dokter biasanya menyarankan melakukan operasi.

Hanya saja, operasi pengeluaran batu ginjal juga tidak menjamin penderita penyakit ini bisa terbebas dari rasa sakit ketika buang air kecil. Hal inilah yang dialami secara nyata oleh salah seorang penderitanya yang bernama Stefanus. Stefanus menyadari kalau pola hidupnya memang tidak begitu menyehatkan, selain sering menahan kencing, dia juga kerap meminum obat dan suplemen secara berlebihan.

Kebiasaan itu dilakukannya karena Stefanus merupakan seorang pebisnis yang sering berhubungan dengan perusahaan farmasi. Oleh karenaitu, dia kerap memperoleh suplai obat-obatan dan suplemen secara gratis dari para koleganya. Stefanus pun merasa sayang kalau obat-obatan dan suplemen itu dibuang begitu saja. Kondisi fisik sedikit tidak enak, dia langsung berinisiatif minum obat. Namun, siapa sangka kalau kebiasaan ini menjadi pemicu munculnya ciri-ciri penyakit ginjal dalam tubuhnya.

Ciri Ciri Penyakit Batu Ginjal

Ciri-ciri penyakit ginjal itu dia rasakan sejak tahun 2001. Stefanus sering merasakan bahwa ada rasa sakit yang muncul di area pinggang dan sekitar perut. Puncak dari rasa sakit akibat penyakit ginjal itu dirasakannya ketika peringatan Hari Raya Paskah pada April 2006. Waktu itu, dia bertugas sebagai Ketua Lingkungan. Namun, siapa sangka kalau keberadaan batu ginjal dalam tubuhnya, membuat dia harus melewatkan tugas penting melayani umat tersebut.

Di tengah-tengah prosesi peringatan Paskah, Stefanus merasakan sakit yang begitu menyakitkan di bagian bawah perut. Rasa sakit itu kemudian menjalar sampai ke pinggang bagian belakang,punggung, dada, yang kemudian disertai dengan sesak napas dan kepala berkunang-kunang. Alhasil, Stefanus pun tak sadarkan diri di lokasi peringatan Paskah. Di kemudian hari, Stefanus pun merasa kalau rasa sakit itu merupakan bagian dari ciri-ciri sakit ginjal yang sudah lama ada di dalam tubuhnya.

Stefanus kemudian dilarikan ke rumah sakit dengan segera. Dari hasil laboratorium, dokter mengungkapkan bahwa ada batu ginjal yang berlokasi di ureter yang merupakan saluran kencing, berlokasi di antara penis dan ginjal. Dia pun mendapatkan perawatan medis dan disarankan untuk melakukan operasi. Hanya saja, ciri-ciri sakit ginjal kemudian semakin parah. Hal ini terjadi karena Stefanus mengakui kalau dirinya sering melalaikan nasehat dokter.

Baca Juga : Terbebas dari Benjolan di Dubur Berkat Obat Herbal yang Mujarab (Ling Shen Yao)

Obat Herbal Batu Ginjal Ling Shen yao

Pada Januari 2007, penyakit ginjal kembali kambuh. Kali ini, tubuhnya sudah menyerah, dia hanya bisa terbaring tanpa bisa menggerakkan bagian tubuh satupun. Oleh pihak keluarga, Stefanus bersiap untuk dibawa ke rumah sakit dan menjalani operasi. Namun, saat persiapan ke rumah sakit, ada kenalan yang mengajurkannya untuk minum obat herbal Ling Shen Yao yang bertujuan untuk menghilangkan batu ginjal dalam tubuhnya.

Anjuran itu diberikan kenalannya setelah manfaatnya dirasakan secara langsung. Merasa penasaran, Stefanus turut mencoba obat herbal dari Cina ini. Hasilnya ternyat asangat efektif. Minum obat pada pagi hari, gejala sakit ginjal sudah mulai berkurang pada siang harinya. Stefanus pun meneruskan kebiasaan meminum obat ini secara rutin. Seminggu kemudian, ada butiran pasir yang keluar saat dia buang air kecil. Rasa sakit yang biasa muncul juga mulai berkurang.

Pada minggu keempat, jumlah pasir yang muncul saat buang air kecil jadi semakin banyak. Stefanus kemudian berinisiatif melakukan pemeriksaan ke dokter. Hasilnya, batu ginjal yang sebelumnya ada di ureter, kini sudah lenyap tak berbekas. Sejak itu, dia merasakan kalau fungsi ginjal dalam tubuhnya telah kembali. Merasakan manfaat besar, Stefanus pun memutuskan untuk terus mengonsumsi obat herbal Ling Shen Yao sebagai langkah pencegahan.

silahkan hubungi kami di

0812-1003-6550

Atau kunjungi marketplace kami di bukalapak