Ling Shen Yao

Apakah Kista Harus Dioperasi? Ini Penjelasannya

Salah satu permasalahan umum yang terjadi pada wanita adalah nyeri berlebih menstruasi. Bagaimana dengan menstruasi Anda, apakah mengalami masalah nyeri berlebih juga? Jika iya, maka Anda perlu melakukan pengecekan lebih lanjut apakah terdapat kista ovarium dan apakah kista harus dioperasi? Pasalnya, nyeri panggul sebelum dan setelah menstruasi merupakan salah satu gejala kista yang perlu Anda waspadai.

Pada dasarnya kista sebenarnya bukan masaah yang cukup serius, karena kista dapat hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, terdapat beberapa kista yang juga dapat menyebabkan gejala menyakitkan sehingga perlu dilakukan perawatan khusus untuk proses penyembuhannya. Lantas, apakah kista harus dioperasi? Ketahui dahulu seberapakah bahaya kista tersebut di bawah ini.

Seperti Apakah Kista Menjadi Berbahaya?

Perlu Anda ketahui bahwa kista ovarium merupakan kantong kecil yang berisikan cairan yang terbentuk di daerah ovariu. Yang mana, selama siklus menstruasi pada seorang perempuan umumnya kista tersebut muncul kemudian akan hilang dengan sendirinya tanpa perlu Anda mengetahuinya.

Sayangnya, beberapa kista yang terjadi pada ovarium perempuan dapat memberikan gejala yang menyakitkan. Saat ia tumbuh dan membesar, maka dapat menyebabkan rasa nyeri, perut tertekan, mual, hingga muntah. Adapun beberapa tanda yang dapat menjadi penunjuk bahwa kista tersebut sudah sangat berbahaya, yakni :

  1. Kista menyebabkan demam
  2. Nyeri panggul dan perut dengan tiba-tiba
  3. Nafas lebih cepat dari biasanya
  4. Muncul rasa mual dan muntah
  5. Kista juga dapat menyebabkan gejala lemah, pusing, serta merasa ingin pingsan

Apabila Anda mengalami beberapa gejala seperti di atas, maka tentu Anda perlu segera mendapatkan penanganan dokter. Pasalnya, gejala di atas dapat Anda rasakan saat kista telah luruh atau pecah. Bahkan kista yang pecah dan membesar tersebut dapat menyebabkan seseorang mengalami perdarahan yang berat. Itulah keadaan dimana kista ovarium menjadi berbahaya dan Anda perlu mempertimbangkan apakah kista harus dioperasi.

Apakah Kista Harus Dioperasi?

Apakah kista harus dioperasi? Memang salah satu penangan khusus yang dapat dilakukan sebagai langkah pengobatan kista adalah dengan jalan operasi. Lantas, kapan adanya kista tersebut perlu dilakukan tindakan operasi? Di bawah ini beberapa tanda yang bisa menjadi penunjuk bahwa orang yang mengidap kista ovarium perlu penanganan operasi:

  1. Berbagai gejala kista sudah dirasakan
  2. Ditemukan ukuran dan penampakan kista
  3. Wanita dengan kista yang sudah mengalami menopause
  4. Kista tidak kunjung hilang setelah beberapa siklus operasi
  5. Kista yang ada semakin bertambah ukurannya, yakni lebih besar dari 7,6 cm
  6. Kista yang menimbulkan rasa sakit
  7. Kista yang sudah berkembang menjadi kanker ovarium

Itulah beberapa tanda yang bisa Anda jadikan patokan apakah kista harus dioperasi. Kegiatan operasi sekaligus pengobatan dari kista ini sendiri terdiri beberapa tahapan penting, seperti di bawah ini.

Berbagai tahapan operasi dan pengobatan kista ovarium

Dalm melakukan pengobatan kista, langkah yang dilakukan sebenarnya tergantung dari jenis dan ukuran kista itu sendiri. Selain itu, usia dari penderita juga penting untuk penentuan tahapan yang tepat. Di bawah ini beberapa tahapan pengobatannya yang bisa Anda simak:

1. Pemantauan secara rutin

Pemantauan rutin merupakan salah satu tahapan pengobatan kista yang dapat Anda lakukan. Terutama saat kista tersebut masih memiliki ukuran yang kecil sehingga tidak terasa bahayanya.

Kemudian pemantauan ini sendiri dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan USG beberapa minggu atau bulan kemudian saat diketahui adanya kista. Jika kista masih ada dan  gejala yang timbul semakin parah, maka Anda dapat mengonsultasikannya pada dokter apakah kista harus dioperasi atau tidak.

2. Prosedur operasi jenis laparoskopi

Merupakan prosedur operasi dengan sedikit rasa sakit serta memerlukan waktu pemulihan lebih cepat. Operasi tersebut dapat Anda lakukan dengan cara memasukkan laparoskop atau miksroskop yang berbentuk tabung kecil yang memiliki kamera serta lampu pada bagian ujungnya.

Alat tersebut dimasukkan ke dalam perut lewat kunci atau sayatan kecil yang dibuat pada perut. Selanjutnya, diisikanlah gas pada perut tersebut untuk proses kemudahan tindakan operas. Saat kista sudah dihilangkan lewat jenis operasi yang satu ini maka sayatan yang tadinya dibuat dilakukan penutupan dengan jahitan yang dapat larut.

3. Prosedur operasi jenis laparotomi

Prosedur operasi yang satu ini dilakukan apabila ukuran kista sudah sangat membesar sehingga dapat memungkinkan berkembang menjadi kanker. Laparotomi ini sendiri dilakukan dengan cara membuat sayatan tunggal pada daerah perut.

Selanjutnya, dokter akan melakukan proses pengangkatan kista kemudian menutup kembali sayatan yang telah dibuat dengan jahitan.

Beberapa jalan di atas dapat ditempuh saat Anda menderita kista. Akan tetapi, saat Anda melakukan konsultasi kepada dokter apakah kista harus dioperasi dan kemudian jawabannya tidak. Maka dalam kasus ini memungkinkan dokter untuk menyarankan Anda mengambil obat pereda/penghilang nyeri untuk memberikan efek ringan atas rasa sakit yang dirasakan.

Jika tidak, dokter akan memberikan resep lain seperti pemberian alat kontrasespsi seperti suntikan maupun pil untuk mencegah terjadinya ovulasi. Hal tersebut dapat memungkinkan penurunan dari pertumbuhan kista yang leih banyak.

Saat ini sendiri sudah tersedia obat herbal alami yang bisa Anda coba untuk meredakan kista. Obat herbal tersebut adalah Ling Shen Yao yang dapat Anda pilih karena terbuat dari bahan-bahan alami salah satunya untuk mengobati kista. Anda bisa memilih obat herbal tersebut karena obat ini aman untuk dikonsumsi serta digunakan untuk sema usia. Yakni untuk melakukan pencegahan serta pengobatan penyakit kista.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *