Ling Shen Yao

5 Tanda-Tanda Daya Tahan Tubuh Melemah

Daya tahan tubuh adalah hal yang sangat rentan di kala pandemi. Apalagi di tengah cuaca Indonesia yang tidak menentu, sering kali daya imun tubuh menurun akibatnya sangat berisiko terpapar virus Covid-19. Maka dari sangat penting untuk menjaga imun tubuh agar tetap kuat. Akan tetapi orang seringkali tidak menyadari tanda-tanda daya tahan tubuh melemah.

Tanda-tanda Daya Tahan Tubuh Melemah

                Sistem kekebalan tubuh yang melemah menyebabkan tubuh tidak bisa terlindungi dari virus ataupun bakteri dari luar. Kadang kala menurunnya sistem kekebalan tubuh tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, coba kenali tanda-tanda daya tahan tubuh melemahdi bawah ini.

1. Sering Jatuh Sakit

Seringkali jatuh sakit adalah tanda paling signifikan dari menurunnya daya tahan tubuh. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah akan lebih sering mengalami sakit. Sering mengalami sakit seperti batuk, flu atau penumonia merupakan ciri dari kerusakan pada sistem imun tubuh. Hal ini berdasarkan pada pernyataan dari Heather Moday, MD. yang mana seorang dokter ahli dibidang imunologi integratif.

Bagi tubuh normal, frekuensi sakit flu adalah antara dua sampai tiga kali dalam satu tahun dengan seminggu sampai 10 hari proses kesembuhan. Akan tetapi jika lebih dari jumlah itu atau bahkan disertai penyakit lainnya seperti infeksi telinga atau pun sinus maka itu merupakan tanda-tanda daya tahan tubuh melemah.

2. Cepat Merasa Lelah dan Jadwal Tidur Tidak Teratur

Tidur yang kurang atau berlebih tidak baik bagi kesehatan. Kebanyak orang meremehkan tidur, tanpa tahu bahwa kualitas tidur memiliki manfaat bagi tubuh. Akibat buruk dari kebiasaan tidur yang tidak teratur adalah sistem imun tidak dapat bekerja dengan optimal. Ketika sistem imun tidak bekerja dengan baik, maka kualitas kesehetan juga menurun sehingga lebih mudah lelah.

Cepat lelah bisa jadi tanda-tanda daya tahan tubuh melemah. Tubuh yang sehat dengan sistem imun yang baik tentu memiliki pengaruh terhadap energi seseorang. Dalam kasus tersebut tubuh sedang berusaha menghemat energi agar imun tubuh tetap bisa menangkal virus dan bakteri.

3. Stres

Selanjutnya adalah tingkat stres yang tinggi. Ketika seseorang mangalami stres sistem imun dalam tubuh akan kacau. Stres yang berlebih dapat memperkecil proses pembentukan dan menekan aktifitas sel imun dalam tubuh.Nadia Hasan seorang pakar pengobatan internal menyebutkan stres berlebih dapat menurukan produksi limfosit dalam tubuh. Yang mana sel darah putih (limfosit) memiliki fungsi penting untuk menurunkan risiko terjadinya infeksi.

Hormon stres (kortisol) dengan jumlah besar pada tubuh akan menyebabkan penurunan terhadap antibodi IgA yang terdapat pada saluran pencernaan. Sehingga virus dan bakteri mudah masuk melalui saluran tersebut.

4. Diare Kronis

Gangguan pencernaan seperti diare kronis adalah salah satu dari tanda-tanda daya tahan tubuh melemah. Penyebab dari sakit perncernaan ini adalah adanya infeksi parasit. Apabila tidak bisa di atasi dengan cepat berarti imun seseorang lemah sehingga tidak mampu untuk melawannya.

Selain karena infeksi parasati, diare kronis kemungkinan terjadi karena ketidakseimbangan mikrobioma usus. Sehingga bakteri pada usus berkembang tidak pada waktunya. Akibatnya integritas lapisan pada usus berkurang dan terjadi peradangan. Kemudian sistem daya tahan tubuh menjadi terganggu.

Faktanya adalah usus memiliki peranan sangat penting dimana 70% jaringannya merupakan sel kekebalan tubuh. Maka dari itu jika terjadi masalah pada usus maka akan terjadi permasalah sistem imun tubuh secara keseluruhan.

Selain itu diare yang berlebihan juga mencegah tubuh bekerja secara optumal dalam menyerap nutrisi  dari makanan.

5. Peradangan pada Kulit atau Sulit Sembuh pada Luka

Salah satu bagian tubuh yang mudah untuk mengukur tingkat kekebalan pada tubuh. Sebab ternyata sistem imun tubuh juga berfungsi mengatur peradangan pada kulit. Menurut Keira Barr, MD. reaksi alergi pada kulit,eksim, jamur, infeksi bakteri dan penyembuhan pada luka yang sulit adalah tanda-tanda daya tahan tubuh melemah.

Umumnya ketika terjadi luka pada permukaan kulit, maka secara otomatis tubuh akan merespon dengan mengalirkan darah yang bernutrisi tinggi. Tujuannya adalah agar proses regenerasai atau penmulihan pada luka. Akan tetapi orang dengan kekabalan tubuh yang lemah luka melakukan regenerasi jauh lebih lambat.

Tanda-tanda permasalahan pada kulit di atas umumnya terjadi karena beberapa hal seperti stres, pola makan tidak sehat dan teratur. Sehingga kulit sangat mudah bermasalah atau disebut dengan imunosupresi.

Untuk mejaga keseimbangan mikrobioma pada jaringan kulit maka atur pola makan yang sehat dan teratur, kurangi stres, kemudian perbaiki kualitas tidur. Selain itu gunakan pula produk pelembab kulit menutrisi kulit dari luar.

Demikianlah tanda-tanda daya tahan tubuh melemah yang harus dikenali sejak awal. Terapkan pola hidup sehat dengan menjaga pola makan dan tidur, berolahraga, mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh jika perlu. Di masa pandemi Covid-19 ini kekebalan tubuh adalah kunci untuk melawan virus agar tetap sehat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *